Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Kediri berhasil menciptakan pelayanan prima yang memuaskan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Samsat ini memastikan tidak ada praktik yang melanggar aturan, seperti calo atau pungutan liar (pungli).
Salah satu warga Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Agus Suswanto, mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan saat dirinya membayar pajak lima tahunan kendaraan bermotor roda dua. “Alhamdulillah, semuanya lancar tanpa hambatan. Petugasnya juga sangat ramah,” ujar Agus kepada media pada Senin (13/01/2025)
Tidak hanya Agus, Tarji (45), warga Kelurahan Tosaren, juga merasakan hal serupa. Saat mengurus balik nama kendaraan, Tarji menuturkan bahwa semua proses berlangsung cepat dan sesuai aturan. “Saya bayar sesuai dengan ketentuan, dan itu fakta. Tidak ada pungli atau hal yang mencurigakan,” ungkapnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme warga yang mengurus administrasi kendaraan di Samsat Kediri Kota. Sebagian besar wajib pajak memberikan apresiasi atas pelayanan cepat, ramah, dan transparan yang diberikan oleh petugas Samsat.
Selain kecepatan pelayanan, kenyamanan fasilitas yang disediakan juga menjadi poin penting yang turut mendapatkan pujian dari masyarakat. Ruang tunggu yang bersih, proses yang terorganisir, serta sikap humanis dari petugas memberikan pengalaman yang positif bagi para pengunjung.

Komitmen Samsat Kediri Kota untuk menghadirkan pelayanan tanpa pungli dan calo membangun kepercayaan masyarakat. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah warga yang secara aktif melaporkan kepuasan mereka kepada media.
Pelayanan prima seperti ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan tata kelola administrasi publik yang transparan dan akuntabel. Masyarakat berharap, pelayanan seperti ini dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh bagi daerah lain.
Dengan dukungan masyarakat dan integritas petugas, Samsat Kediri Kota menunjukkan bahwa pelayanan publik yang berkualitas dapat diwujudkan melalui komitmen dan kerja keras. Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi instansi lain untuk melakukan hal serupa.
