KEDIRI – Kerja bakti memperbaiki tanggul jebol dilakukan di Desa Pandansari, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, pada Rabu (8/1/2025). Kegiatan ini dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Desa Pandansari, Aiptu Andik R., dan melibatkan unsur tiga pilar, yaitu TNI, Polri, dan pemerintah desa. Perbaikan ini bertujuan untuk mengatasi dampak kerusakan akibat curah hujan tinggi yang dapat mengganggu aktivitas serta keselamatan warga.
Kerusakan tanggul yang terjadi memerlukan penanganan segera agar tidak semakin meluas dan membahayakan lingkungan sekitar. Menanggapi situasi tersebut, Aiptu Andik bersama Babinsa dan perangkat desa menggalang kerja sama dengan masyarakat setempat untuk melakukan perbaikan tanggul. “Kami bersama tiga pilar berupaya secepat mungkin menangani kerusakan tanggul ini. Dengan gotong royong, harapannya kerusakan dapat teratasi dan masyarakat merasa aman,” ujar Aiptu Andik.
Dalam kegiatan ini, terlihat semangat kebersamaan yang tinggi dari seluruh peserta kerja bakti. Warga Desa Pandansari berbondong-bondong turun tangan membantu proses perbaikan, mulai dari pengangkutan material hingga penguatan tanggul. Suasana kerja bakti yang penuh antusiasme ini mencerminkan nilai-nilai gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat.
Kerja sama antara TNI-Polri, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan bentuk sinergi yang sangat diperlukan dalam menghadapi berbagai permasalahan, terutama yang berdampak langsung pada kehidupan warga. “Sinergi ini menunjukkan bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam menangani tantangan seperti ini,” tambah Aiptu Andik.
Selain memperbaiki tanggul, kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Dengan adanya kerja sama dan komunikasi yang baik antara warga dan unsur tiga pilar, penanganan bencana diharapkan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan cepat.
Pemerintah Desa Pandansari mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat. Kepala desa setempat menyatakan bahwa perbaikan tanggul ini merupakan langkah penting untuk mencegah banjir dan menjaga kestabilan lingkungan desa. “Kami berterima kasih kepada Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan masyarakat yang turut andil. Ini adalah contoh nyata gotong royong yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mengatasi permasalahan yang serupa. Gotong royong tidak hanya menjadi solusi praktis tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga dan aparat.
Kerja bakti perbaikan tanggul jebol di Desa Pandansari tidak hanya berhasil mengatasi masalah secara teknis tetapi juga memberikan pelajaran penting tentang pentingnya solidaritas dan kolaborasi dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
(guh)
