Kediri, 1 Desember 2024 – Dalam upaya mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, Polsek Gurah Polres Kediri bersama perangkat desa dan masyarakat Desa Turus melaksanakan aksi gotong royong membersihkan aliran sungai. Kegiatan ini berlangsung di sepanjang sungai depan Kantor Desa Turus, yang terletak di tepi jalan raya Kediri-Plosoklaten.
Kegiatan dimulai pada Minggu pagi dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kepala Desa Turus, Budi Santoso, Bhabinkamtibmas Desa Turus, Ketua RW dan RT, serta warga sekitar turut hadir dan bahu-membahu membersihkan lingkungan. Mereka dengan semangat membersihkan sampah, rumput liar, dan melakukan pengerukan tanah untuk memperlancar aliran sungai.
Kapolsek Gurah, Iptu Erko Yuwono, S.H., menjelaskan bahwa aksi ini adalah wujud nyata kolaborasi masyarakat dan kepolisian dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah potensi banjir. “Kegiatan seperti ini penting untuk mencegah bencana. Kami berharap gotong royong semacam ini dapat terus dilaksanakan secara rutin,” ujar Iptu Erko.
- Proses Hukum SH Terate Masih Bergulir, Pernyataan di Ruang Publik dan Medsos Berpotensi Langgar Hukum
- Habiburokhman Buka-bukaan: Wacana Polri di Bawah Kementerian Dinilai Bisa Gerus Kewenangan Presiden Prabowo
- Kadiv Humas Polri Tegaskan Peran Kunci Wartawan: Garda Terdepan Jaga Demokrasi dan NKRI
- Kapolri Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolda, Ini Daftarnya
- Kapolri Teken MoU dengan PT Pupuk Indonesia, Distribusi Pupuk Ditargetkan Tepat Sasaran dan Tepat Waktu
Kehadiran aparat kepolisian mendapat apresiasi dari Kepala Desa Turus. Budi Santoso menyebut dukungan Polsek Gurah sangat membantu dalam menggerakkan semangat masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan. “Dengan kerjasama erat antara masyarakat, perangkat desa, dan kepolisian, kami optimis Desa Turus dapat terhindar dari ancaman banjir maupun bencana lainnya,” ungkapnya.
Selain membersihkan sungai, aksi ini juga menjadi ajang silaturahmi antara warga dan aparat. Ketua RW Desa Turus, Wahyu Setiawan, menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mempererat hubungan antara masyarakat dan institusi kepolisian.
Aksi bersih-bersih ini menjadi langkah awal untuk menciptakan Desa Turus yang lebih bersih dan aman. Ketua RT setempat, Ahmad Syafii, menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menjaga lingkungan. “Semua ini bisa berjalan lancar karena kebersamaan kita. Harapannya, semangat ini tetap terjaga,” katanya.
Warga Desa Turus yang terlibat dalam kegiatan ini juga mengaku senang dan merasa terbantu dengan kehadiran Bhabinkamtibmas. “Kehadiran polisi membuat kami merasa lebih semangat. Dengan lingkungan yang bersih, kami yakin dampaknya juga akan baik bagi kesehatan dan kehidupan sehari-hari,” ujar salah satu warga.
Kegiatan gotong royong di Desa Turus diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kediri untuk melakukan langkah serupa. Dengan sinergi antara masyarakat, perangkat desa, dan kepolisian, ancaman bencana dapat diminimalisir dan kualitas hidup warga semakin meningkat.
(guh)