Calon Wakil Bupati Kediri, Hj Mudawamah Siap Beri Perhatian Lebih Bagi Guru Non Formal Melalui Peningkatan Bisyaroh
Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kediri yang akan digelar pada 27 November 2024, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 1, Deny Widyanarko dan Hj Mudawamah, semakin mendapatkan dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat. Tidak hanya dari kalangan masyarakat umum, dukungan tersebut juga datang dari komunitas warga Nahdliyin, sebuah elemen masyarakat penting di Kabupaten Kediri.
Hal ini terlihat saat Hj Mudawamah, calon Wakil Bupati, menghadiri undangan istighosah di Pondok Pesantren Hidayatul Muta’alimin, Sumber Cangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, pada Selasa malam, 15 Oktober 2024. Acara tersebut dihadiri ratusan warga Nahdliyin yang turut mendoakan keberlangsungan santri di seluruh Indonesia dan kelancaran Pilbup Kediri.
Dalam sambutannya, Hj Mudawamah menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang terus berdatangan, terutama dari kelompok-kelompok majelis taklim serta komunitas masyarakat lainnya. Dukungan ini, menurutnya, menunjukkan harapan masyarakat akan perubahan positif di Kabupaten Kediri. “Banyak kelompok majlis taklim maupun masyarakat umum yang menyatakan dukungannya kepada kami. Ini adalah bentuk respon positif yang sangat berarti bagi kami, terutama dari warga Nahdliyin,” ujarnya.
Salah satu program unggulan dari pasangan Deny Widyanarko – Mudawamah yang banyak mendapat sorotan adalah perhatian mereka terhadap para guru non formal. Program tersebut mencakup peningkatan dan pemerataan bisyaroh atau insentif bagi guru honorer, takmir masjid, serta pengelola pesantren. Hj Mudawamah, yang juga menjabat sebagai Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Kediri, sangat memahami kebutuhan para guru non formal dan honorer, terutama terkait bisyaroh yang dianggapnya sebagai salah satu upaya untuk memberikan apresiasi atas pengabdian mereka.
Dengan latar belakang sebagai pengajar, Mudawamah merasa memiliki kedekatan emosional dengan para guru honorer dan non formal. Ia menyadari betapa pentingnya peran mereka dalam mendidik generasi muda, terutama dalam hal pendidikan agama. “Guru non formal seperti pengajar di TPQ, madrasah diniyah, atau takmir masjid memiliki peran yang sangat penting. Mereka tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga membentuk akhlak anak-anak,” ungkap Mudawamah.
Menurutnya, peningkatan bisyaroh bukan hanya soal materi, tetapi juga tentang memberikan dorongan moral bagi mereka yang telah berjuang di bidang pendidikan non formal. Dengan bisyaroh yang memadai, diharapkan para pengajar akan lebih bersemangat dalam menjalankan tugasnya. “Kebetulan saya juga seorang guru, jadi saya bisa merasakan betul bagaimana bisyaroh ini memberikan semangat lebih dalam mengabdi,” tambahnya.
Tidak hanya fokus pada guru non formal, program pasangan Deny-Mudawamah juga mencakup sembilan program prioritas lain yang bertujuan untuk memajukan Kabupaten Kediri. Program-program tersebut dirancang untuk membawa perubahan di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur.
Istighosah yang dihadiri Mudawamah malam itu tidak hanya menjadi ajang untuk berdoa bagi santri di seluruh Indonesia, tetapi juga untuk mendoakan kelancaran pelaksanaan Pilkada. Ketua panitia kegiatan, Tamim, menyatakan bahwa acara ini juga sebagai bentuk ikhtiar spiritual agar Pilbup Kediri 2024 dapat berjalan kondusif, aman, dan damai. “Kami mohon kepada Allah SWT agar Pilkada nanti berlangsung dengan baik dan penuh kedamaian,” katanya.
Selain dukungan dari warga Nahdliyin, banyak pihak yang turut memberikan harapan besar kepada pasangan ini untuk memajukan Kabupaten Kediri. Program-program yang mereka tawarkan dianggap relevan dan mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat Kediri saat ini. Mudawamah pun berharap, melalui kerja keras dan doa bersama, mereka dapat merealisasikan program-program yang telah direncanakan.
Dengan semakin mendekatnya hari pemilihan, antusiasme masyarakat dalam memberikan dukungan kepada pasangan nomor urut 1 ini terus meningkat. Dukungan tersebut tidak hanya datang dari kalangan Nahdliyin, tetapi juga dari berbagai elemen masyarakat yang ingin melihat perubahan di Kabupaten Kediri.
Keberhasilan program peningkatan bisyaroh bagi guru non formal, menurut Mudawamah, akan menjadi salah satu pencapaian besar yang dapat mendukung kemajuan sektor pendidikan di Kediri. Terlebih, peran guru dalam membentuk karakter generasi muda sangat krusial untuk masa depan daerah ini.
Dengan dukungan yang terus mengalir, pasangan Deny Widyanarko – Hj Mudawamah semakin optimis untuk memenangkan Pilkada dan membawa Kabupaten Kediri ke arah yang lebih baik.