Dinas Pendidikan Kota Kediri telah mencatatkan sejarah gemilang dengan berhasil meraih Anugerah Daerah Pelopor Transformasi Digital untuk Pembelajaran pada tahun 2024. Penghargaan bergengsi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdamen) ini diserahkan secara daring dan menempatkan Kota Kediri dalam kategori Daerah Maju.
Pj Wali Kota Kediri, Ir Zanariyah, MSi, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap inovasi-inovasi yang telah dilakukan oleh Kota Kediri di bidang pendidikan. Zanariyah menekankan bahwa penghargaan ini harus menjadi suntikan semangat untuk terus berbenah dalam sistem pendidikan, mengingat pentingnya peran pendidikan dalam membentuk generasi masa depan menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Anang Kurniawan, menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan ini. Ia menjelaskan bahwa transformasi digital telah dilakukan di berbagai lini, mulai dari proses pembelajaran hingga pelaporan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK), yang semuanya kini sudah berbasis digital.
Strategi percepatan transformasi digital dilakukan melalui beberapa langkah konkret. Salah satunya adalah dengan mendorong satuan pendidikan untuk menggunakan sistem digital dalam pembelajaran dan pengelolaan anggaran. Sejak tahun 2021, Dinas Pendidikan Kota Kediri juga telah memberikan bantuan perangkat pembelajaran berupa laptop dan Chromebook secara bertahap kepada sekolah-sekolah, program yang masih terus berlanjut hingga saat ini.
Selain pengadaan sarana prasarana, peningkatan keterampilan tenaga pendidik menjadi prioritas utama. Secara berkala, guru-guru dan operator sekolah di Kota Kediri dibekali pelatihan digital untuk meningkatkan kemampuan mereka sesuai perkembangan teknologi. Bahkan, dalam waktu dekat, tenaga pendidik akan mendapatkan pelatihan khusus tentang penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.
Penghargaan Anugerah Daerah Pelopor Transformasi Digital untuk Pembelajaran diberikan dalam tiga kategori: unggul, maju, dan berkembang. Keberhasilan Kota Kediri masuk dalam kategori maju menjadi sorotan nasional, mengingat tidak semua daerah berhasil meraih penghargaan bergengsi ini.
Meskipun demikian, Anang Kurniawan menegaskan bahwa teknologi hanyalah alat bantu. Menurutnya, sekcanggih apapun teknologi, tidak akan pernah menggantikan peran guru sebagai pendidik dan pembimbing utama. “Teknologi tidak bisa mengusap air mata anak-anak atau membelai rambut murid-murid,” tegasnya, sembari menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara digitalisasi dan peran manusia dalam pendidikan.
Ke depan, Dinas Pendidikan Kota Kediri optimistis bahwa transformasi digital akan terus meningkatkan mutu pendidikan. Mereka bertekad untuk menghadirkan generasi yang unggul, adaptif, dan berkarakter, serta menjadikan Kota Kediri sebagai salah satu pelopor pendidikan berbasis digital di Indonesia. Target mereka untuk tahun depan adalah meraih kategori unggul dalam ajang serupa.

