Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan perkembangan terbaru terkait pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan pemerintah. Dalam keterangannya pada Senin (14/7/2025), Kapolri menegaskan bahwa Polri terus mendukung penuh melalui pembangunan Sentra Pelayanan Pangan Generasi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Kapolri, hingga pertengahan Juli 2025, telah tercatat 190 SPPG yang tersebar di berbagai daerah dan berada dalam berbagai tahap pengerjaan. Dari jumlah tersebut, 18 SPPG telah resmi beroperasi dan mulai melayani kebutuhan pangan bergizi bagi pelajar.
“Sampai dengan hari ini kita sudah melaksanakan proses dan ini progresnya: 190 SPPG, di mana 18 SPPG saat ini sudah operasional,” ungkap Jenderal Sigit dalam pernyataannya.
Sementara itu, sebanyak 27 SPPG lainnya masih dalam tahap persiapan operasional serta verifikasi teknis. Adapun 145 sisanya masih menjalani proses pembangunan fisik dan penyusunan sistem manajemen layanan makanan bergizi yang sesuai standar.
Program MBG menjadi salah satu prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, terutama bagi pelajar usia sekolah dasar dan menengah. Dalam pelaksanaannya, Polri memainkan peran strategis melalui dukungan pembangunan dan pengelolaan SPPG, termasuk di wilayah-wilayah terpencil yang memiliki keterbatasan akses pangan sehat.
Kapolri menyampaikan harapannya agar seluruh proses pembangunan SPPG bisa berjalan tepat waktu dan menghasilkan manfaat nyata bagi anak-anak Indonesia. “Tentunya kita harapkan ini semua dapat berjalan dan target kita betul-betul bisa terpenuhi, dan SPPG yang ada ini bisa bermanfaat bagi anak-anak kita,” tegas Kapolri.
Program ini tidak hanya soal makanan gratis, tetapi juga merupakan komitmen jangka panjang dalam membangun generasi emas 2045. Dengan gizi yang baik, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di era global.
Pembangunan SPPG sekaligus menjadi bentuk nyata sinergi lintas sektor, di mana pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat saling bergandengan tangan dalam menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi di masa depan.
(guh)