Dalam rangka menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia, ribuan pasang mata tertuju pada lomba tarik tambang akbar yang mempertemukan 64 tim dari berbagai kelurahan, lembaga masyarakat, hingga ormas. Bahkan unsur TNI dan Polri pun ikut turun gelanggang, menambah warna dan energi kompetisi rakyat ini. Sabtu 23 Agustus 2025.
Sejak peluit pertama dibunyikan, riuh sorakan penonton menggema di Omah Sawah. Keringat, tawa, dan teriakan penyemangat berpadu jadi satu, menggambarkan euforia kemerdekaan yang sesungguhnya. Setiap tim menunjukkan kekompakan, tenaga, dan strategi agar bisa bertahan di medan tarik tambang yang penuh adu kekuatan.
Atmosfer semakin memanas saat laga final mempertemukan tim Kapak Merah Putih, kelompok pemuda anti korupsi, melawan tim tangguh dari Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto. Duel berlangsung sengit, tali tambang seakan jadi simbol perebutan harga diri dan semangat persatuan.
Pertarungan dramatis itu akhirnya dimenangkan oleh Kapak Merah Putih, yang sukses keluar sebagai juara pertama lomba tarik tambang se-Kota Kediri. Kemenangan ini bukan sekadar soal fisik, melainkan juga bukti bahwa generasi muda siap berdiri di garis depan dengan nilai sportivitas dan persatuan.
Momen puncak semakin spesial dengan hadirnya Mas Kaesang Pangarep dan Wali Kota Kediri, Vinanda, yang langsung menyerahkan piala kemenangan kepada Kapak Merah Putih. Kehadiran keduanya disambut tepuk tangan meriah ribuan warga yang antusias.
Dalam sambutannya, Wali Kota Vinanda menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus diterjemahkan ke dalam langkah nyata bagi kemajuan Kota Kediri. โSemoga energi kemerdekaan ini bisa menjadi dorongan untuk memajukan UMKM, seni, dan budaya lokal. Kediri punya potensi luar biasa, tinggal bagaimana kita rawat bersama dengan semangat gotong royong,โ ucapnya.
Tak hanya soal lomba, Festival Omah Sawah tahun ini juga menegaskan bahwa perayaan HUT RI bisa menjadi wadah kebersamaan, tempat masyarakat dari berbagai latar belakang berkumpul, berkompetisi sehat, sekaligus mempererat solidaritas.
Festival ini pun ditutup dengan rasa bangga bahwa Kediri mampu menghadirkan pesta rakyat yang tak hanya meriah, tapi juga sarat makna. Tarik tambang hanyalah simbol โ semangat gotong royong dan kekompakanlah yang jadi energi utama menuju Indonesia yang lebih maju di usia ke-80 tahun merdeka.
(ris)
