Guyonan GAK LUCU Ketua KPU: Aliansi MACAN Gelar Aksi Damai Menuntut Netralitas Pilkada di Kota Kediri
Kediri, 29 Agustus 2024 – Masyarakat Kediri akan segera menyaksikan aksi damai yang akan digelar oleh Aliansi Masyarakat Mencari Keadilan (MACAN) sebagai respons atas dugaan pelanggaran netralitas yang dilakukan oleh Ketua KPU Kota Kediri. Aksi ini rencananya akan berlangsung pada Senin, 2 September 2024, dan dipusatkan di Taman Sekartaji, Kota Kediri.
Aksi ini muncul setelah Ketua KPU Kota Kediri, Reza Cristian, memberikan sambutan yang kontroversial saat menerima pendaftaran pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Ferry Silviana dan Regina Nadya Suwono, di hari terakhir pendaftaran pada Kamis, 29 Agustus 2024. Dalam sambutannya, Reza secara terbuka meminta bantuan untuk pembangunan gedung baru bagi KPU Kota Kediri jika pasangan tersebut terpilih sebagai Wali Kota.
Menyalahi Kode Etik
Sambutan yang dianggap sebagai “guyonan” oleh Reza Cristian tersebut langsung menuai kritik dari berbagai kalangan, termasuk Aliansi MACAN. Revy Pandega, salah satu koordinator aksi dari Aliansi MACAN, menilai bahwa tindakan Reza tersebut sangat menyalahi kode etik sebagai penyelenggara pemilu yang seharusnya bersikap netral.
“Ini adalah pelanggaran serius. Tindakan Ketua KPU ini berpotensi mencederai netralitas Pilkada di Kota Kediri. Kami meminta agar DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) dan Bawaslu segera bertindak untuk mencopot Ketua KPU Kota Kediri,” tegas Revy dalam keterangannya kepada media.
Desakan Masyarakat
Aliansi MACAN yang terdiri dari beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kota dan Kabupaten Kediri juga menilai bahwa pernyataan Reza tersebut dapat menciptakan kegaduhan dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pilkada yang jujur dan adil.
“Siapapun pemenangnya nanti haruslah merupakan hasil murni pilihan rakyat Kota Kediri. Jangan sampai proses ini dikotori oleh perilaku yang tidak pantas dari penyelenggara pemilu,” lanjut Revy.
Aksi Damai
Aksi damai yang akan digelar pada 2 September nanti rencananya akan diikuti oleh sekitar 500 peserta yang terdiri dari perwakilan LSM dan masyarakat umum. Massa akan berkumpul di Taman Sekartaji sebelum bergerak menuju Kantor Bawaslu dan KPU Kota Kediri.
Dalam aksinya, para peserta akan membawa berbagai alat peraga seperti bendera, banner, dan sound system. Mereka juga berencana membawa sekitar 100 ban bekas yang akan digunakan sebagai simbol protes terhadap tindakan Ketua KPU yang dinilai melenceng dari tugasnya sebagai penyelenggara pemilu yang netral.
Tuntutan Pencopotan
Tuntutan utama dari aksi ini adalah pencopotan atau pengunduran diri Ketua KPU Kota Kediri, Reza Cristian, serta pemeriksaan terhadap tindakannya oleh DKPP dan Bawaslu. Aliansi MACAN menegaskan bahwa netralitas penyelenggara pemilu adalah hal mutlak yang harus dijaga demi terciptanya Pilkada yang adil dan berintegritas.
Reaksi Bawaslu
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Kediri, Yudi Agung Nugraha, menyatakan bahwa perkataan Reza tersebut memang tidak pantas secara etika. Namun, Yudi menambahkan bahwa pihaknya belum dapat melakukan penindakan karena pada tahap ini pasangan calon tersebut belum resmi ditetapkan.
“Kami akan memberikan imbauan kepada KPU agar bersikap lebih baik dan menjaga integritas selama proses Pilkada ini berlangsung,” kata Yudi.
Upaya Menjaga Kepercayaan Publik
Aksi damai ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pilkada untuk menjaga netralitas dan profesionalisme. Masyarakat Kediri, khususnya yang tergabung dalam Aliansi MACAN, berkomitmen untuk terus mengawal proses Pilkada hingga selesai agar pemimpin yang terpilih benar-benar merupakan pilihan rakyat, bukan hasil dari proses yang tercemar.
Dengan situasi yang semakin memanas ini, semua pihak diharapkan tetap menjaga ketertiban dan tidak terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat. Aliansi MACAN juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam aksi damai ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan demokrasi di Kota Kediri.