Menjelang bulan suci Ramadhan, harga kebutuhan pokok, terutama beras, di Kabupaten Nganjuk cenderung stabil dan bahkan mengalami penurunan. Menurut ibu Yunanik (45), seorang pedagang sembako di Pasar Wage Baru, stok beras yang tersedia di pasaran sangat mencukupi dan tidak pernah terlambat.
Menurutnya, ketersediaan beras jenis premium, medium, dan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pangan) menjadi penyebab utama turunnya harga beras. Saat ini, harga beras premium bramo berada di angka Rp. 14.500 per kilogram dari sebelumnya Rp. 15.000 per kilogram. Sedangkan untuk beras medium, harganya berkisar antara Rp. 10.900 hingga Rp. 11.000 per kilogram.
“Meskipun beberapa waktu lalu terjadi kenaikan harga beras, namun hal itu tidak begitu mengganggu pembeli, terutama ibu-ibu rumah tangga. Karena selama beras masih tersedia di pasar, toko klontong, dan toko retail di Nganjuk, kenaikan harga juga dianggap sebagai berkah bagi petani,” ungkapnya.
Penurunan harga beras ini juga berkat kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang cepat tanggap dalam menangani kenaikan harga. Melalui program droping beras SPHP di wilayah kecamatan yang mengalami kenaikan harga, pemerintah berhasil menjaga stabilitas harga beras. Kegiatan penjualan beras SPHP dan medium Bulog yang bekerja sama dengan Disperindag dinilai mampu menekan harga beras menjadi stabil.
Kepala Disperindag Kabupaten Nganjuk menyatakan bahwa dengan memasuki musim panen raya pada bulan Maret 2024, harga beras diperkirakan akan turun lebih lanjut. Hal ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok lainnya dan memungkinkan masyarakat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan Idul Fitri dengan khidmat tanpa khawatir akan lonjakan harga atau kelangkaan bahan pokok penting.