Kediri – Inter Kediri bersiap menghadapi ujian berat di babak 8 besar Liga 4 regional Jawa Timur. Tim berjuluk Laskar Panji ini tergabung dalam Grup MM, bersama dengan sejumlah tim kuat seperti Persema Malang, Sang Maestro, dan Persewangi Banyuwangi.
Babak 8 besar ini menjadi tantangan tersendiri bagi Inter Kediri karena mereka akan menjalani laga tandang untuk pertama kalinya. Persewangi Banyuwangi ditunjuk sebagai tuan rumah Grup MM, dengan Stadion Diponegoro sebagai venue pertandingan. Ini menjadi faktor yang harus diantisipasi oleh skuad Inter Kediri, mengingat dukungan penuh dari suporter tuan rumah bisa menjadi tekanan tersendiri.
CEO Inter Kediri, Tomi Ariwibowo, mengungkapkan bahwa timnya siap bertarung demi menjadi yang terbaik di fase ini. Namun, ia juga menyadari bahwa lawan-lawan yang akan dihadapi memiliki komposisi pemain yang lebih kuat dibandingkan dengan tim-tim yang mereka hadapi di babak sebelumnya. Oleh karena itu, ia meminta jajaran tim kepelatihan untuk terus mempersiapkan tim secara maksimal.
Menurut Tomi, aspek fisik menjadi perhatian utama dalam persiapan kali ini. Ia menilai bahwa peningkatan kondisi fisik para pemain sangat penting agar mampu bersaing dengan tim-tim tangguh di Grup MM. “Fisik sedang kita genjot dalam beberapa hari ke depan. Kita tahu, tim penghuni di babak 8 besar ini jauh lebih kuat bila dibandingkan di babak sebelumnya. Jadi, mau tidak mau kita juga harus mempersiapkan diri dengan baik lagi untuk bisa bersaing dan lolos ke semifinal,” ujarnya.
Babak 8 besar Liga 4 ini akan mulai digulirkan pada 11 Februari 2025. Dari Grup MM, hanya dua tim terbaik yang akan berhak melaju ke babak semifinal. Ini berarti Inter Kediri harus menunjukkan performa terbaiknya di setiap pertandingan agar bisa mengamankan tiket ke fase berikutnya.
Tomi juga berharap dukungan penuh dari masyarakat Kediri untuk Inter Kediri selama kompetisi berlangsung. “Mohon doa serta dukungannya kepada warga Kediri, untuk kelangsungan Inter Kediri selama mengarungi kompetisi Liga 4 musim ini,” tambahnya.
Menariknya, Inter Kediri menjadi satu-satunya tim asal Kediri yang masih bertahan di babak 8 besar. Tiga tim lain dari Kediri, yaitu Persedikab Kediri, Triple’s Kediri, dan FC Pare, harus gugur lebih awal. Persedikab Kediri terhenti di babak 16 besar, Triple’s Kediri kandas di babak 32 besar, sementara FC Pare gagal lolos dari fase grup.
Dengan status sebagai satu-satunya wakil Kediri yang tersisa, harapan besar kini bertumpu pada Inter Kediri. Keberhasilan mereka melangkah lebih jauh tidak hanya akan mengharumkan nama klub, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi warga Kediri.
Laga pertama di babak 8 besar akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Laskar Panji. Apakah mereka mampu mengatasi tekanan dan meraih hasil positif? Semua mata kini tertuju pada perjuangan Inter Kediri di kompetisi Liga 4 Jawa Timur.