Inter Kediri U-17 Libas Pare FC 4-0, Tampilkan Sepakbola Modern yang Kolektif dan Atraktif
KEDIRI – Gaya bermain menyerang, pressing tinggi, dan kerja sama kolektif menjadi sajian utama kemenangan meyakinkan Inter Kediri U-17 atas Pare FC U-17 dengan skor telak 4-0 dalam lanjutan Piala Soeratin U-17 Kota Kediri, Sabtu (12/7/2025). Di bawah arahan pelatih Dani Saputra dan manajer tim Saiful Iskhak, Inter Kediri sukses menyuguhkan sepakbola progresif yang berorientasi pada penguasaan bola dan efektivitas serangan.
Babak pertama jadi panggung dominasi Inter Kediri. Sejak peluit awal, mereka menggempur pertahanan Pare FC dengan intensitas tinggi dan membangun serangan dari lini belakang secara sabar namun agresif. Meski menciptakan banyak peluang, solidnya penjaga gawang Pare FC serta keberuntungan di lini belakang lawan membuat skor bertahan 0-0 hingga akhir babak pertama.
Drama terjadi jelang turun minum, ketika salah satu pemain Pare FC diganjar kartu merah usai menerima akumulasi kartu kuning. Bermain dengan 10 pemain membuat Pare FC terpaksa bertahan total di babak kedua, namun justru di sinilah Inter Kediri tampil jauh lebih efektif.
Gol pembuka Inter Kediri tercipta melalui kombinasi permainan satu-dua sentuhan yang memecah blok pertahanan lawan. Tidak butuh waktu lama, gol kedua datang lewat tendangan keras jarak jauh yang sempat menuai protes dari kubu Pare FC. Meski sempat terjadi perdebatan, wasit mengesahkan gol setelah berdiskusi dengan asisten.
Momentum terus berpihak pada Inter Kediri. Gol ketiga kembali lahir dari skema kerja sama tim yang rapi dan menunjukkan kedalaman taktik tim asuhan Dani Saputra. Dengan Pare FC kehilangan tenaga dan kehilangan fokus akibat kekurangan pemain, Inter Kediri terus mengeksploitasi sisi sayap dan lini tengah dengan kombinasi dinamis.
Menjelang laga berakhir, sebuah kemelut di kotak penalti Pare FC berujung pada pelanggaran. Tanpa ragu, wasit menunjuk titik putih. Eksekusi penalti pun menjadi gol keempat Inter Kediri yang mengunci kemenangan sempurna 4-0.
Ketua PSSI Kota Kediri, Tomi Ariwibowo, hadir langsung menyaksikan laga dan memberikan apresiasi tinggi kepada para pemain muda Inter Kediri. Ia menyebut permainan tim sebagai representasi sepakbola masa depan yang menekankan pada taktik, kedisiplinan, dan kolaborasi.
“Ini bukan sekadar kemenangan. Ini bukti bahwa pembinaan usia muda di Kediri berjalan baik. Saya berharap mereka bisa melangkah jauh dan membawa nama Kediri di level lebih tinggi,” ujar Tomi.
Dengan kemenangan ini, Inter Kediri tidak hanya mengamankan poin penuh, tetapi juga membangun kepercayaan diri menjelang laga penting melawan PSMP Mojokerto. Jika performa progresif seperti ini bisa dijaga, bukan tidak mungkin Inter Kediri U-17 akan menjadi ancaman serius dalam perebutan gelar juara Piala Soeratin tahun ini.