Bawean, 23 April 2025 — Kepolisian Daerah Jawa Timur memantapkan pelayanan di wilayah kepulauan dengan memulai pembangunan Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Tambak di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Nanang Avianto, M.Si memimpin langsung prosesi peletakan batu pertama di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Rabu (23/4), didampingi Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu.
Dalam sambutannya, Irjen Nanang menegaskan bahwa infrastruktur kepolisian yang memadai merupakan syarat mutlak hadirnya rasa aman. “Bawean menyimpan potensi wisata dan sumber daya alam besar. Tugas kami memastikan keamanan tumbuh seiring kemajuan ekonomi,” ujarnya di hadapan forkopimda setempat dan ratusan warga.
Rangkaian peresmian berlangsung meriah sekaligus khidmat. Penampilan pencak silat Penaber Bawean dan Tari Dhungkak Bawean membuka acara, memancarkan kekayaan budaya pulau yang dijuluki “Bali‑nya Gresik” itu. Sorak tepuk tangan menggema ketika Kapolda meletakkan batu pertama pondasi gedung.
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyambut hangat pembangunan tersebut. Menurutnya, Polsek Tambak yang representatif adalah cita‑cita lama masyarakat. “Pertumbuhan Bawean pesat; kebutuhan keamanan juga meningkat. Gedung baru ini langkah strategis menjaga stabilitas,” jelasnya.
Gedung Polsek didirikan di atas lahan aset Pemkab Gresik seluas 4 000 m². Luas bangunan mencapai 788,9 m² dengan nilai proyek Rp 3,869 miliar dari APBD 2025. CV Mitra Utama mendapat tenggat 150 hari kalender untuk menuntaskan konstruksi, yang meliputi gedung utama, masjid, pedestrian paving, pagar keliling, sumur bor, dan menara air.
Kapolda Jatim mengaku takjub kala pesawat mendarat di Bandara Harun Thohir. “Panorama Bawean luar biasa. Semoga Polsek Tambak memberi manfaat nyata bagi warga dan para perantau Bawean yang sukses di luar sana,” katanya, seraya mengajak semua pihak menjaga kondusivitas.
Kapolres Gresik AKBP Rovan menambahkan, kehadiran Polsek baru akan mempercepat respons kepolisian terhadap isu kamtibmas, mengurangi ketergantungan pada Polres di daratan Gresik. “Warga tak perlu lagi menyeberang 120 kilometer bila ada perkara mendesak,” ungkapnya.
Tokoh masyarakat Bawean, Kiai Husnan Syafi’i, menilai proyek ini sebagai hadiah ulang tahun Pulau Bawean ke‑106 (versi pemekaran kecamatan). “Kami bangga. Semoga polisi makin dekat dengan rakyat dan pariwisata Bawean makin maju,” tuturnya.
Seusai seremoni, rombongan Kapolda meninjau lokasi wisata Pantai Mayangkara dan berdialog dengan pelaku UMKM. Kunjungan kerja itu diakhiri penanaman pohon cemara laut sebagai simbol komitmen Polri menjaga kelestarian lingkungan sekaligus keamanan Pulau Bawean.
(guh)