Kediri, Indonesia – Suasana pagi yang biasanya ramai di bantaran Sungai Brantas, Kota Kediri, terlihat berbeda hari ini. Warga dari berbagai usia tampak menunggu fenomena ikan mabuk yang diharapkan muncul akibat aktivitas flushing di Waduk Wlingo dan Lodoyo Blitar.
Namun, harapan untuk melihat ikan mabuk berenang lemah di aliran Sungai Brantas belum terwujud. Kepala BPBD Kota Kediri, Indun Munawaroh, memberikan penjelasan mengenai situasi ini. Menurutnya, meskipun pintu Waduk Wlingi dan Lodoyo telah dibuka sejak Senin siang, ikan-ikan tersebut belum juga terlihat hingga Selasa ini.
Indun menyebutkan bahwa kemungkinan besar hal ini terjadi karena pembukaan pintu waduk tidak dilakukan sepenuhnya. Dari sembilan pintu yang ada, Jasa Tirta 1 hanya membuka empat palang pintu. Hal ini mungkin mempengaruhi migrasi ikan yang dinantikan.
Sementara itu, BPBD Kota Kediri bersama personel Satpol PP dan anggota TNI terus melakukan pemantauan dan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di sekitar sungai. Mereka mengimbau agar warga tetap berhati-hati dan menjaga keselamatan diri selama berada di dekat sungai.
“Meskipun ikan belum juga muncul hingga jam 11 siang, kami perhatikan jumlah masyarakat yang berkunjung ke bantaran Sungai Brantas terus meningkat,” ujar Indun.
BPBD Kota Kediri berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini dan memastikan keselamatan warga dalam kegiatan Pladu Sungai Brantas ini.
