Bisnis

Kemeriahan Kontes Ikan Cupang Nasional Bettaphoria di Kediri

Kediri, 25 Mei 2024 – Gedung Hall Convention Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjadi saksi bisu persaingan sengit antara ratusan ikan cupang terindah dari seluruh Indonesia. Kontes kecantikan ikan cupang bertajuk “Bettaphoria” ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari 24 hingga 26 Mei 2024, menarik perhatian banyak pengunjung dan peserta dari berbagai daerah, termasuk Kediri, Sidoarjo, Surabaya, hingga Jabodetabek.

Sebanyak 358 peserta dengan bangga memamerkan ikan cupang mereka yang telah dikurasi dengan teliti dalam 78 kategori yang beragam, mulai dari multi color, halfmoon, hingga Crowntail. Setiap ikan cupang yang dipajang dalam toples kaca bukanlah untuk dijual, melainkan untuk dinilai keindahan, bentuk fisik, dan agresifitasnya oleh para juri yang berpengalaman.

Kontes ini tidak hanya tentang memperebutkan trofi, tetapi juga uang tunai yang telah disiapkan oleh panitia sebagai penghargaan untuk pemilik ikan cupang terbaik. “Kami mengadakan kontes ini sebagai langkah untuk memperkenalkan produk petani ikan lokal ke pasar yang lebih luas, bahkan skala nasional,” ujar Alvin, Ketua Panitia Kontes.

Bettaphoria menjadi ajang yang penting bagi para petani ikan cupang di Indonesia untuk menunjukkan kualitas terbaik produk mereka. Kontes ini juga menjadi bukti bahwa hobi memelihara ikan cupang telah berkembang menjadi industri yang serius dan berpotensi besar di Indonesia.

Kriteria Penilaian Ikan Cupang Hias dalam Kontes

Dalam kontes ikan cupang, penilaian dilakukan berdasarkan beberapa kriteria yang menentukan keindahan dan kualitas ikan. Berikut adalah kriteria penilaian untuk beberapa jenis ikan cupang yang sering dilombakan:

  1. Ikan Cupang Halfmoon (Setengah Bulan):
    • Sirip Dorsal (Sirip Punggung): Sirip tegak, mengembang sempurna, melewati/masuk ekor ke belakang, terlihat sedikit lebih tinggi dari ekor, dan mulus tanpa lipatan.
    • Sirip Ekor: Bukaan minimal 180°, mengembang sempurna, mengunci masuk seimbang antara pangkal tulang atas ekor dan pangkal tulang bawah ekor melewati batas bagian belakang dorsal dan anal. Ekor simetris dan berbentuk busur, tidak membulat (oval), serta mulus tanpa lipatan.
    • Sirip Anal (Sirip Bawah): Berbentuk trapesium, mengembang sempurna, terlihat sedikit lebih panjang dari ekor, dan mulus tanpa lipatan.
    • Sirip Renang: Utuh dan seimbang, tidak mendayung terbalik, dan sesuai dengan kategori.
    • Sirip Perut (Dasi): Sama panjang, bentuk seimbang minimal ¾ dari panjang anal, tidak bengkok/melengkung.
    • Bentuk Badan: Terlihat lurus dari ujung mulut sampai pangkal ekor, proporsional (tidak terlalu gemuk/kurus), dan mulus tanpa cacat.
    • Bentuk Kepala: Terlihat lurus, tidak menyendok (dolphin), tidak cacat, dan kedua tutup insang membuka sempurna.
    • Mental Karakteristik: Bagus/berani, cara bermain ikan tenang.
  2. Ikan Cupang Double Tail (Ekor Ganda):
    • Sirip Dorsal (Sirip Punggung): Sirip tegak, mengembang sempurna, melewati/masuk ekor ke belakang, dan terlihat sedikit lebih tinggi dari ekor.
    • Warna Tubuh: Dasar/solid, kombinasi, atau maskot.
    • Kesehatan & Mental: Sehat, tidak cacat, lincah, dan pemberani (tidak bacul).

Ingatlah bahwa penilaian ini berdasarkan pada “Standar Nasional Kontes Ikan Cupang Hias Indonesia” dan dapat bervariasi tergantung pada kategori kontes yang dinilai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat di Kediri Peringati Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXI Tahun 2024 SUPER AIR JET Perkenalkan Rute Penerbangan Langsung Kediri-Balikpapan dengan Promosi Menarik Upaya DPRD Kabupaten Kediri Menjaga Kebhinekaan Bukber Bersama Satlantas Polres Kediri: Mempererat Tali Silaturahmi dan Meningkatkan Keimanan PSSI Kota Kediri berangkatkan Tim U13 ke Bali Kediri Bersiap Menyambut Musim Kemarau Polres Kediri Kota Tingkatkan Patroli Malam untuk Antisipasi Perang Sarung Selama Ramadhan Kapolsek Mojoroto Ajak Pelajar SMK PGRI 2 Kediri Stop Aksi Bulliying Bagi Bagi Takjil Insan Seni dan Awak Media Kapolsek Mojoroto Gelar “Ngopi Bareng Media (PIRAMIDA)”