Olah Raga

Kinerja Wasit Disorot, Inter Kediri Akan Surati Komisi Wasit

Kediri, 3 Februari 2025 – Inter Kediri harus puas berbagi angka dengan Banyuwangi Putra dalam lanjutan babak 16 besar Liga 4 Jatim Grup JJ. Pertandingan yang digelar pada Senin (3/2) itu berakhir dengan skor imbang 1-1 setelah kedua tim saling mencetak gol di babak pertama.

Banyuwangi Putra membuka keunggulan lebih dulu lewat gol cepat yang dicetak oleh Mohamadou Alhadji Adamou pada menit ke-12. Namun, Inter Kediri tak butuh waktu lama untuk menyamakan kedudukan. Lima menit berselang, mereka mendapatkan hadiah penalti setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang.

Muhammad Umar Rohmatulloh yang dipercaya sebagai eksekutor penalti menjalankan tugasnya dengan baik dan membuat skor menjadi 1-1. Setelah itu, kedua tim sama-sama berusaha mencetak gol tambahan, tetapi hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada gol tambahan yang tercipta.

CEO Inter Kediri, Tomi Ariwibowo, mengapresiasi kerja keras para pemainnya dalam pertandingan ini. Menurutnya, pertandingan kedua di babak 16 besar tidaklah mudah, tetapi ia menilai timnya bermain lebih baik dibandingkan laga pertama. “Saya sangat mengapresiasi perjuangan para pemain. Mereka tampil lebih baik dibandingkan pertandingan sebelumnya,” ujar Tomi.

Namun, di sisi lain, Tomi mengaku kecewa dengan kinerja wasit dalam pertandingan ini. Ia menilai ada beberapa keputusan yang merugikan timnya dan bahkan menyebut tiga momen krusial yang dianggap kontroversial.

“Jelas tadi ada tiga momen yang merugikan kami. Untuk itu nanti kita akan berkirim surat kepada Komisi Wasit Asprov Jatim dengan tembusan ke Komisi Wasit pusat,” tegasnya.

Beberapa keputusan yang disorot termasuk pelanggaran keras yang tidak berbuah kartu, keputusan wasit yang menganulir pelanggaran di area pertahanan, serta insiden dorongan terhadap pemain Inter Kediri, Gustavo, di kotak penalti lawan yang tidak dianggap sebagai pelanggaran.

“Saya lihat beberapa kali pemain lawan, seperti El Haji, melakukan protes keras dan banyak melakukan pelanggaran tetapi tidak mendapatkan kartu. Ini saya rasa masih sangat berat sebelah. Kami tidak akan tinggal diam dan akan mengajukan surat resmi,” tambah Tomi.

Sementara itu, Inter Kediri kini bersiap menghadapi laga terakhir melawan Mojokerto Putra. Tomi menyatakan timnya akan memanfaatkan jeda sehari untuk mengevaluasi pertandingan dan merumuskan strategi yang tepat.

“Ada waktu sehari untuk mempersiapkan strategi kemenangan. Jika ingin lolos ke babak 8 besar, kami harus menang melawan Mojokerto Putra. Kami sudah menganalisis permainan mereka dalam dua pertandingan sebelumnya, dan kami akan merancang strategi berdasarkan kelebihan serta kelemahan mereka,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat di Kediri Peringati Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXI Tahun 2024 SUPER AIR JET Perkenalkan Rute Penerbangan Langsung Kediri-Balikpapan dengan Promosi Menarik Upaya DPRD Kabupaten Kediri Menjaga Kebhinekaan Bukber Bersama Satlantas Polres Kediri: Mempererat Tali Silaturahmi dan Meningkatkan Keimanan PSSI Kota Kediri berangkatkan Tim U13 ke Bali Kediri Bersiap Menyambut Musim Kemarau Polres Kediri Kota Tingkatkan Patroli Malam untuk Antisipasi Perang Sarung Selama Ramadhan Kapolsek Mojoroto Ajak Pelajar SMK PGRI 2 Kediri Stop Aksi Bulliying Bagi Bagi Takjil Insan Seni dan Awak Media Kapolsek Mojoroto Gelar “Ngopi Bareng Media (PIRAMIDA)”