KEDIRI โ Wujud kepedulian terhadap saudara sebangsa yang tertimpa musibah banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatra dan Aceh ditunjukkan oleh ratusan komunitas seniman dan insan media di Kediri. Mereka menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) penggalangan dana yang berlangsung hampir sepanjang hari, bertempat di perempatan Jalan Super Semar atau yang lebih dikenal warga Kediri dengan sebutan Perempatan Kak So.
Kegiatan kemanusiaan tersebut diikuti oleh berbagai komunitas seniman dari wilayah Kediri Raya. Tak hanya seniman, sejumlah awak media dan insan pers juga turut ambil bagian dalam aksi solidaritas ini dengan semangat kebersamaan dan gotong royong demi membantu meringankan beban para korban bencana alam.
Sejak pagi hari, para peserta telah menyebar di sekitar traffic light Perempatan Kak So. Mereka bahu-membahu membagi tugas, mulai dari mengatur arus penggalangan, menyapa pengguna jalan, hingga menerima donasi dari masyarakat yang melintas di Jalan Raya Super Semar.
Sejumlah komunitas pers yang terlibat di antaranya KSI, PRB, SWK, dan beberapa komunitas lainnya. Kehadiran insan pers dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai peliput, tetapi juga turut aktif turun langsung menggalang dana bersama para seniman.
Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Banyak pengguna jalan yang dengan sukarela menyisihkan rezekinya untuk dimasukkan ke dalam kotak donasi. Alhasil, hingga menjelang sore hari, dana yang berhasil dihimpun mencapai angka yang cukup signifikan, yakni tidak kurang dari Rp10 juta.
Salah satu seniman senior Kota Kediri, Indha Sa, yang turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk panggilan nurani para seniman. Ia hadir bersama Group Orkes ODGJ Sinarjaya untuk ikut menyemarakkan sekaligus menguatkan pesan kemanusiaan kepada masyarakat.
โIni murni gerakan kemanusiaan. Kami para seniman terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Semoga apa yang kami lakukan hari ini bisa sedikit meringankan beban mereka,โ ujar Indha Sa di sela kegiatan.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan serupa tidak berhenti di Kediri saja. Rencananya, aksi penggalangan dana Peduli Bencana Sumatra dan Aceh akan kembali digelar pada 4 Januari 2026 mendatang di Kota Nganjuk, sebagai bentuk konsistensi kepedulian para seniman dan insan media terhadap korban bencana.
Melalui kegiatan ini, para seniman dan awak media berharap semangat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat terus terjaga, sekaligus menjadi contoh bahwa kebersamaan dan empati mampu menjadi kekuatan besar dalam menghadapi bencana.