Malang – Laga pembuka yang ditunggu-tunggu oleh para pendukung tim sepak bola Putra Kota Kediri dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX berakhir dengan hasil imbang tanpa gol. Bertempat di lapangan yang menjadi venue resmi turnamen, tim Kota Kediri menghadapi lawan tangguh, yakni Kabupaten Tulungagung, dalam pertandingan yang berlangsung sengit namun minim hasil akhir.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung tampil menekan. Serangan silih berganti dilancarkan, menciptakan tensi pertandingan yang tinggi sepanjang dua babak. Namun, meskipun intensitas permainan cukup tinggi dan peluang demi peluang tercipta, skor kacamata tidak berubah hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.
Pada babak pertama, tim Kota Kediri tercatat beberapa kali memiliki peluang emas. Namun, penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat usaha para pemain belum mampu menggetarkan jala gawang Tulungagung. Beberapa sepakan yang sempat mengancam hanya berakhir tipis di samping gawang atau berhasil ditepis kiper lawan.
Usai pertandingan, pelatih kepala Tim Porprov Kota Kediri, Wimba Sutan, memberikan komentarnya. Ia menyatakan rasa kecewa karena banyak peluang yang terbuang sia-sia. “Kami menciptakan banyak momen bagus, tapi gagal menuntaskannya menjadi gol. Ini tentu akan kami evaluasi dan perbaiki pada pertandingan berikutnya,” ujar Wimba kepada wartawan.
Hasil imbang ini membuat tim Kota Kediri berada dalam posisi yang kurang ideal di fase grup. Untuk menjaga asa lolos ke babak selanjutnya, mereka harus meraih hasil maksimal dalam dua pertandingan tersisa yang tak kalah berat. Kota Kediri dijadwalkan akan menghadapi tuan rumah Kabupaten Malang dan tim kuat lainnya, yakni Kota Blitar.
Pertandingan selanjutnya dipastikan tidak akan mudah, mengingat baik Kabupaten Malang maupun Kota Blitar memiliki sejarah dan kualitas permainan yang solid di pentas Porprov. Konsistensi, fokus, serta efisiensi penyelesaian akhir menjadi kunci yang harus dimiliki anak-anak Kediri untuk lolos dari fase grup.
Para suporter yang hadir di tribun pun tetap memberikan dukungan semangat, meskipun tim kesayangannya gagal memetik kemenangan. Mereka berharap pelatih dan pemain dapat segera menemukan solusi atas tumpulnya lini depan dan tampil lebih tajam di laga-laga berikutnya.
Dengan sisa waktu persiapan yang singkat, tim pelatih Kota Kediri harus bergerak cepat dalam melakukan evaluasi teknis maupun taktis. Dukungan penuh dari masyarakat dan pengurus daerah pun diharapkan mampu menjadi dorongan moral untuk para pemain muda ini dalam mengarungi ketatnya kompetisi Porprov Jatim IX.