
Jakarta, 22 Februari 2024 – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang baru dilantik, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), telah menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pemberantasan mafia tanah selama 8 bulan ke depan. Dalam sambutannya setelah pelantikan, AHY menyatakan bahwa tugasnya sebagai menteri tidak akan mengecewakan.
AHY, yang dilantik di Istana Negara pada hari Rabu, menggantikan Hadi Tjahjanto yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas kepercayaannya, AHY menceritakan tentang pengangkatannya yang mendadak dan tanpa mengetahui agenda pertemuan dengan Presiden sebelumnya.
Pada pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menitipkan tiga pesan penting kepada AHY. Pertama, untuk mendorong penggunaan sertifikat elektronik secara lebih masif. Kedua, agar hak guna usaha (HGU) perdagangan karbon segera direalisasikan. Dan ketiga, untuk memperbanyak Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dengan target 120 juta bidang.
AHY juga menyampaikan bahwa dia akan melanjutkan program kerja dari pendahulunya, Hadi Tjahjanto, termasuk dalam hal pemberantasan mafia tanah. Dalam menghadapi tantangan tersebut, AHY menyatakan bahwa dia menerima dengan jelas pesan dari Hadi Tjahjanto untuk “gebuk, gebuk, gebuk mafia tanah.”
Selain itu, AHY juga akan fokus pada retribusi tanah kepada masyarakat serta merevisi Peraturan Pemerintah (PP) terkait carbon trading untuk meningkatkan keberhasilan program tersebut.
Dengan berbagai agenda yang telah ditetapkan, AHY berharap dapat mencapai semua target yang telah dititipkan oleh Presiden Jokowi. Dengan komitmen dan kerja keras, AHY optimis bahwa tantangan-tantangan di bidang agraria dan tata ruang bisa diatasi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
