Kediri, Jawa Timur – Memasuki momen Lebaran, permintaan daging sapi di Pasar Setono Betek, Kota Kediri, mengalami peningkatan yang signifikan. Para pedagang di pasar tersebut mengaku mampu menjual hingga tiga ekor sapi dalam sehari akibat lonjakan permintaan dari masyarakat.
Endang, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Setono Betek, mengungkapkan bahwa permintaan daging mulai meningkat sejak lima hari sebelum Lebaran dan terus bertahan hingga saat ini. Menurutnya, momen seperti ini memang selalu membawa lonjakan pembelian dari warga yang ingin menyiapkan hidangan khas Lebaran.
“Dalam sehari, saya bisa menghabiskan tiga ekor sapi. Kalau sedang ramai seperti sekarang, stok daging cepat habis,” ujar Endang. Ia mengaku harus bekerja ekstra untuk memenuhi permintaan pelanggan yang terus berdatangan sejak pagi hingga sore hari.
Tidak hanya mengalami lonjakan permintaan, harga daging sapi di Pasar Setono Betek juga mengalami kenaikan. Endang menyebut bahwa harga daging sapi yang sebelumnya Rp110.000 per kilogram kini naik menjadi Rp120.000 per kilogram.
“Ada kenaikan harga sebesar Rp10.000 per kilogram. Ini sudah biasa terjadi setiap menjelang Lebaran, karena permintaan yang tinggi,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kenaikan harga ini terjadi karena meningkatnya permintaan dari konsumen, sementara stok sapi di tingkat pemasok juga terbatas.
Kenaikan harga daging sapi ini tentu berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Namun, sebagian besar pembeli tetap memilih untuk membeli daging sapi dalam jumlah yang cukup banyak demi memenuhi kebutuhan Lebaran mereka.
Salah satu pembeli, Rina, mengaku tetap membeli daging sapi meskipun harganya naik. “Sudah biasa kalau menjelang Lebaran harga naik. Mau tidak mau tetap beli karena untuk masak opor dan rendang buat keluarga,” ujarnya.
Dengan kondisi ini, para pedagang berharap agar stok daging sapi tetap terjaga dan harga tidak mengalami lonjakan yang lebih tinggi. Mereka juga berharap setelah Lebaran, harga dapat kembali stabil agar daya beli masyarakat tetap terjaga.