Kediri – Manajemen Persik Kediri mengambil langkah tegas dalam menjaga kondisi fisik para pemainnya selama libur Lebaran. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah aturan ketat terkait berat badan pemain yang tidak diperbolehkan mengalami kenaikan selama masa liburan.
Manajemen klub akan menerapkan sanksi berupa denda bagi pemain yang kedapatan mengalami peningkatan berat badan setelah libur Lebaran. Langkah ini diambil sebagai bentuk profesionalitas agar para pemain tetap dalam kondisi prima saat kembali ke lapangan.
Syahid Nur Ichsan, Manajer Persik Kediri, menjelaskan bahwa aturan ini bertujuan untuk menjaga kebugaran dan performa tim. Menurutnya, kenaikan berat badan yang berlebihan bisa berdampak pada kondisi fisik pemain, yang berpotensi menurunkan kualitas permainan mereka di lapangan.
“Kami ingin memastikan para pemain tetap dalam kondisi ideal setelah liburan. Jika berat badan mereka naik secara signifikan, tentu akan mempengaruhi performa dan kebugaran saat kembali berlatih,” ujar Syahid.
Sebagai langkah antisipasi, sebelum para pemain menjalani libur Lebaran, manajemen akan melakukan penimbangan terlebih dahulu. Data berat badan sebelum libur akan dijadikan acuan untuk memantau kondisi fisik mereka setelah kembali dari liburan.
“Jadi sebelum libur, kita timbang dulu berat badan pemain berapa. Ini akan menjadi acuan kita ketika pemain kembali menjalani latihan bersama tim,” tambah Syahid.
Kebijakan ini diambil mengingat pentingnya menjaga kebugaran dalam dunia sepak bola profesional. Banyak klub menerapkan aturan serupa untuk memastikan para pemain tetap dalam kondisi terbaik mereka, terutama setelah masa liburan yang identik dengan peningkatan konsumsi makanan.
Diketahui, skuad Persik Kediri akan mulai menjalani libur Lebaran pada 29 Maret hingga 3 April 2025. Setelah masa liburan berakhir, mereka dijadwalkan kembali berlatih guna menghadapi pertandingan-pertandingan penting di kompetisi mendatang.