
Tak hanya terkenal akan pesona keindahan Gunung Kelud yang disajikan. Desa Ngancar juga terkenal akan potensi terhadap tanaman buah nanas.
Terlebih Desa ini sudah dua tahun terakhir ini telah melakukan ekspor nanas di dua negara tujuan, yakni Oman dan Jeddah Arab Saudi.
Ngancar merupakan salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Kediri bagian Selatan, yang memiliki destinasi wisata unggulan yakni Gunung Kelud.
Bukan hanya itu, Ngancar juga dikenal sebagai daerah penghasil buah nanas, yang tumbuh subur di lokasi sekitar.
Setidaknya, ada 3.000 ribu hektar lebih di wilayah ini terbentang luas tanaman buah yang identik dengan warna kuning cerah, dan memiliki rasa manis asam yang menyegarkan.
Vinorita, Kasi Pembenihan dan Perlindungan Tanaman Holtikultura, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri menyebut, potensi buah nanah di wilayah Ngancar memang terbilang cukup baik. Di mana dalam 1 hektarnya terdapat 40 ribu – 50 ribu populasi buah nanas yang tertanam. Dengan begitu, di waktu masa panen tiba, wilayah ini mampu menghasilkan ratusan ton nanas segar yang siap untuk produksi.
Vinorita mengaku, pada tahun 2022 lalu, Kabupaten Kediri berhasil memulai ekspor nanas perdananya ke negara lain, yakni dengan tujuan Oman dengan besaran 10 ton nanas segar varietas simplex. Sedangkan aktivitas ekspor tersebut berlanjut di tahun 2023, dengan tujuan ekspor ke Jeddah Arab Saudi dengan total 20 ton nanas segar.
Kita harapkan aktivitas ekspor ini dapat terus ditingkatkan, terutama dengan beroperasinya bandara tahun 2024 ini, tentunya akan lebih memudahkan kita untuk terus meningkatkan kuantitas serta kualitas ekspor produk-produk unggulan yang kita miliki.
Vinorita
Lebih lanjut, Vinorita menilai, dengan mulai adanya aktivitas ekspor nanas ke sejumlah negara tersebut, diharapkan hal itu dapat membuka peluang pasar baru, sehingga bisa meningkatkan nilai jual dari produk hortikultura di Kabupaten Kediri, salah satunya ialah nanas.
