
Dalam rangka mengikuti program My Tisi berupa program latihan bersama tim Jepang, Spanyol, Bali dan Kota Kediri dengan pelatih dari Spanyol dan Jepang dan selanjutnya disambung dengan turnamen ISSC.
Di hari pertama keseluruhan peserta di campur untuk didilatih oleh pelatih dari Spanyol dan hari kedua oleh pelatih dari Jepang. Di hari ketiga di adakan evaluasi dan di tutup dengan acara santai di Pantai Kuta. Hari keempat di adakan acara Caracter building berupa Outbond sebelum tanam pohon bersama di pinggir pantai Nusa Dua dan di lanjut malamnya Gala Dinner dengan pemerintah Kabupaten Badung dan Kementrian Ekonomi Kreatif. Pada hari ke empat di mulai turnamen yang di ikuti dua tim Jepang, Spanyol, Bali dan Kota Kediri.

Keterangan Gambar : Foto bersama perwakilan Kementrian Ekonomi Kreatif, Coach Takahara, Gustavo, My Tisi dan Ketua Askot PSSI Kota Kediri
Di temui awak Media, Tomi Ari Wibowo Ketua Askot PSSI Kota Kediri kepada awak media setelah morning meeting dan evaluasi kegiatan, mengatakan bahwa Gustavo pelatih Spanyol mengatakan kelemahan anak anak adalah berupa pasing dan kontrol bola.
Banyak lagi yang perlu di perbaiki misalnya menghadapi pressing lawan. Dan Gustavo tadi menyampaikan bahwa diperlukan One Boy one Ball. Jadi satu anak perlu satu bola untuk lebih bisa kontrol dan menguasai bola. Ya kira kira begitu. Kami berharap pengalaman dilatih oleh pelatih luar negeri dan bermain dengan pemain seusia dari negara lain yang sepakbolanya lebih Maju dari Indonesia ini menjadikan anak anak termotivasi dan lebih sukses di dunia sepakbola. Tutupnya

Keterangan Gambar : Pemain Jepang mendapat instruksi dari pelatih
Dalam pertandingan pertama Tim Kota kediri kalah tipis 2-3 dari Tim Jepang yang di latih oleh Coach Takahara.