PSSI Kota Kediri harus mengubur impian mereka untuk melaju lebih jauh dalam ajang Menpora Cup 2024. Meskipun berhasil finis sebagai runner up Grup A, tim asuhan Anton Hadian ini gagal melangkah ke babak selanjutnya. Perjalanan tim PSSI Kota Kediri di turnamen ini penuh dengan dinamika, mencerminkan perjalanan yang berliku dengan hasil yang beragam dari tiga laga yang dijalani di fase grup.
Pada pertandingan pertama yang menjadi laga pembuka, PSSI Kota Kediri menghadapi tantangan dari tim kuat, JJSS Jakarta. Sayangnya, pertandingan ini tidak berjalan sesuai harapan. Para pemain Kediri terlihat grogi di lapangan, terutama saat menghadapi tekanan tinggi di akhir laga. Gol penentu kemenangan JJSS Jakarta terjadi di menit-menit akhir pertandingan, membuat tim PSSI Kota Kediri harus menelan kekalahan. Kekalahan ini menjadi pembelajaran penting bagi mereka untuk lebih solid di laga berikutnya.
Tak ingin menyerah, PSSI Kota Kediri bangkit di pertandingan kedua. Berhadapan dengan Mifa Kemenpora, tim binaan Kemenpora, mereka tampil lebih percaya diri. Dalam laga ini, PSSI Kota Kediri berhasil meraih kemenangan tipis dengan skor 2-1. Kemenangan ini menghidupkan kembali harapan tim Kediri untuk melaju lebih jauh di turnamen. Penampilan yang lebih agresif dan pertahanan yang lebih solid menjadi kunci sukses di laga ini, membuat mereka mengamankan tiga poin yang sangat berharga.

Pertandingan ketiga menjadi laga penentuan bagi PSSI Kota Kediri. Dalam laga hidup mati ini, mereka harus menghadapi tim tangguh dari Jawa Barat (Jabar). Pertandingan berlangsung sengit dengan kedua tim saling menyerang dan menciptakan peluang. Namun, ketangguhan kiper dari kedua belah pihak membuat tidak ada gol yang tercipta hingga akhir pertandingan. Skor akhir 0-0 membuat Kediri hanya menambah satu poin dari laga ini.
Dengan hasil tersebut, PSSI Kota Kediri mengumpulkan total 4 poin dari tiga pertandingan, hasil dari satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Meskipun hasil ini cukup baik untuk menempatkan mereka di posisi runner up Grup A, sayangnya tidak cukup untuk membawa mereka melaju ke babak selanjutnya. Posisi runner up yang mereka raih tak menjamin tiket ke fase knock-out, meninggalkan kekecewaan bagi tim.
Di sisi lain, Menpora Cup 2024 berakhir dengan kemenangan LSI setelah mengalahkan GEAS dalam adu penalti yang dramatis. LSI berhasil keluar sebagai juara setelah menang 4-3 dalam drama adu penalti di partai final. Performa LSI yang konsisten sepanjang turnamen mengantarkan mereka meraih trofi juara, menyingkirkan lawan-lawan kuat termasuk GEAS yang tampil impresif.
Ketua PSSI Kota Kediri, Tomi Ari Wibowo, turut memberikan apresiasi kepada seluruh anggota tim, baik para pemain maupun official, atas perjuangan yang telah mereka lakukan sepanjang turnamen. “Terima kasih kerjasamanya yang epic, semoga nanti menjadi pemain profesional kelas dunia,” ungkap Tomi Ari Wibowo dengan penuh harapan dan optimisme terhadap perkembangan pemain-pemain muda Kediri.
Pelatih PSSI Kota Kediri, Anton Hadian, juga memberikan tanggapan terkait hasil yang diraih timnya di Menpora Cup 2024. “Kami sudah berjuang maksimal, dan meskipun hanya mendapat 4 poin, pengalaman di turnamen ini sangat berharga. Ini kesempatan langka untuk bertanding melawan tim-tim terbaik dari seluruh Indonesia dan beberapa tim dari luar negeri,” kata Anton. Meskipun gagal mencapai target, Anton menilai turnamen ini telah memberikan pelajaran penting bagi perkembangan timnya.
Turnamen Menpora Cup 2024 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai tempat pembelajaran bagi pemain-pemain muda. Bagi PSSI Kota Kediri, meskipun mereka gagal meraih gelar juara, pengalaman bertanding di ajang sebesar ini diharapkan mampu membangun mental para pemain untuk masa depan yang lebih baik.
Dengan hasil yang diraih di turnamen ini, para pemain muda PSSI Kota Kediri akan kembali berlatih untuk memperbaiki kekurangan dan mempersiapkan diri lebih matang di kompetisi-kompetisi mendatang. Turnamen ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam perjalanan karier mereka di dunia sepak bola.