Rencana Aliansi MACAN Gelar Aksi Damai, Tuntut CV TOP TEN TOBACCO Bayar Premi Asuransi Karyawan
Aliansi Masyarakat Mencari Keadilan (MACAN), yang merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Kediri, akan menggelar aksi damai pada 24 September 2024. Aksi ini muncul sebagai reaksi atas dugaan adanya manipulasi data karyawan oleh CV TOP TEN TOBACCO. Dugaan ini dilaporkan ke BPJS karena perusahaan tersebut diduga telah mengurangi jumlah data karyawan untuk menghindari kewajiban membayar premi asuransi yang seharusnya.
Ketua Aliansi MACAN, Trio Rendrawanto, dalam surat edaran yang dikeluarkan pada 19 September 2024, menyatakan bahwa dugaan manipulasi ini terkait dengan peraturan perusahaan yang mulai berlaku sejak 1 Oktober 2023. Data karyawan yang tidak dilaporkan dengan benar ini berpotensi mengurangi jumlah premi asuransi yang wajib dibayarkan perusahaan, sehingga merugikan hak-hak karyawan.
Saiful Iskak, koordinator lapangan dari Aliansi MACAN, menyampaikan bahwa aksi damai ini bertujuan menuntut keadilan bagi karyawan yang telah dirugikan. “Karyawan sudah bekerja keras, jadi hak-haknya juga harus diperhatikan, terutama hak atas asuransi,” ujar Saiful. Ia menambahkan bahwa aliansi ini merasa perlu untuk turun langsung sebagai bentuk kontrol sosial dan tanggung jawab terhadap hak-hak buruh yang dilanggar.

Saiful juga menegaskan pentingnya perlindungan terhadap buruh oleh pemerintah. “Kita bicara kemanusiaan. Di mana hak buruh harus terpenuhi, jangan sampai hak mereka dikebiri. Buruh sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi negara. Pemerintah daerah wajib melindungi hak-hak buruh sesuai dengan aturan yang berlaku,” tuturnya. Saiful berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan ini.
Aksi damai ini akan dimulai dengan titik kumpul di depan kantor Samsat Katang pada pukul 08.30 WIB. Setelah itu, peserta aksi akan bergerak menuju beberapa lokasi utama, yakni kantor BPJS, kantor pengawas ketenagakerjaan, dan pabrik CV TOP TEN TOBACCO di Jalan Raya Sepawon, Kabupaten Kediri. Dalam aksinya, Aliansi MACAN juga akan membawa alat peraga seperti bendera, sound system, spanduk, dan 100 ban bekas yang akan dibakar sebagai simbol protes.
Diperkirakan, sekitar 150 orang yang terdiri dari anggota LSM dan masyarakat peduli akan turut serta dalam aksi ini. Trio Rendrawanto, Ketua Aliansi MACAN, berharap adanya tindakan yang tegas dari pihak terkait. “Kami berharap BPJS dan pengawas ketenagakerjaan segera menindaklanjuti kasus ini, agar hak-hak karyawan bisa terpenuhi dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, KPU Kabupaten Kediri yang turut dihubungi terkait pelaksanaan aksi, menyatakan bahwa mereka akan memantau jalannya aksi untuk memastikan bahwa kegiatan ini berjalan sesuai dengan prosedur hukum. Ketua KPU, Nanang Qosim, menegaskan bahwa pihaknya mendukung aspirasi masyarakat selama dilakukan secara damai dan tertib.
Aksi yang digelar oleh Aliansi MACAN ini menjadi perhatian publik karena terkait dengan kesejahteraan karyawan dan integritas perusahaan dalam memenuhi kewajibannya. Masyarakat berharap pemerintah, khususnya BPJS dan pengawas ketenagakerjaan, segera melakukan investigasi atas dugaan manipulasi data ini agar keadilan bagi para karyawan bisa ditegakkan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
