Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum Partai Demokrat, sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (Menteri ATR/BPN). Keputusan ini mengisi kursi yang ditinggalkan oleh Hadi Tjahjanto, dengan sejumlah alasan yang diungkapkan oleh Jokowi.
Salah satu alasan utama adalah latar belakang pendidikan dan pengalaman AHY. Sebagai alumni Akademi Militer (AKMIL), AHY telah menjalani beragam pelatihan militer dan pengalaman lapangan yang kaya. Selain itu, pendidikan tinggi formalnya yang mencakup gelar master dari institusi ternama seperti Nanyang Technological University di Singapura, Harvard University, dan Webster University di Amerika Serikat, menunjukkan kompetensinya dalam bidang manajemen dan kepemimpinan.
Saya kira saya tidak ragu memberikan tempat atau Kementerian ATR/BPN karena ini urusan managemen, saya kira beliau bisa.
Joko Widodo, Presiden
Pendidikan militer AHY juga termasuk sekolah Dasar Kecabangan Infanteri dan Kursus Combat Intel, serta kurses Scuba Divers TNI AL di Kepulauan Seribu pada tahun 2008. Prestasi akademisnya tidak hanya terbatas pada pendidikan tinggi, tetapi juga diakui oleh lembaga-lembaga militer, seperti predikat Summa Cum Laude dari US Army Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas, pada tahun 2015.
Dalam arena politik, AHY telah menunjukkan komitmen dan kapasitasnya. Sebelum ditunjuk sebagai Menteri ATR/BPN, AHY telah menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta pada Pemilihan Umum Gubernur DKI Jakarta 2017, didaulat oleh beberapa partai politik, termasuk Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Penunjukan AHY sebagai Menteri ATR/BPN ini menegaskan komitmen Jokowi untuk menghadirkan figur yang kompeten dan berpengalaman dalam bidangnya untuk memajukan sektor agraria dan tata ruang di Indonesia.