Semarak HUT Aliansi Wartawan Se-Jawa Timur: Pentas Seni Budaya, Awas Award, dan Santunan Yatim Piatu
Kediri, Jawa Timur – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Aliansi Wartawan Se-Jawa Timur (AWAS), acara bertajuk Awas Award, pentas seni budaya, serta santunan kepada 60 anak yatim piatu dan dhuafa sukses digelar pada Senin (23/12/2024). Acara berlangsung meriah di aula gedung serbaguna Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, dengan dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan tamu undangan.
Acara tersebut dihadiri oleh ketua-ketua AWAS dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, pembina AWAS AKBP (Purn) Akik Subkhi, S.H., M.H., perwakilan kepala dinas, aparat penegak hukum, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Pagelaran semakin semarak dengan penampilan Duta Musica, artis muda berbakat seperti Alesya Neyla dan Rara Fortuna, serta pertunjukan seni dari Pecut Samandiman dan Sanggar Kartika Kahuripan.
Ketua Umum AWAS, Noer Khalifah, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para donatur, dermawan, kru Dhoho TV, dan seluruh anggota AWAS atas terselenggaranya acara ini. “Dalam era digital yang semakin maju, media memainkan peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat. Kami ingin terus berkontribusi untuk membangun tanggung jawab sosial melalui media,” ujar Noer.
Awas Award menjadi salah satu puncak acara yang menarik perhatian. Penghargaan tahunan ini diberikan kepada individu atau pihak yang dinilai memenuhi kriteria seperti kreativitas, inovasi, dan pelayanan publik. “Awas Award adalah bentuk apresiasi kami terhadap mereka yang berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui media,” tambah Noer.
Sebagai wujud kepedulian sosial, AWAS juga memberikan santunan kepada 60 anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Santunan berupa beras dan uang tunai ini disampaikan langsung dalam acara tersebut sebagai bentuk nyata kontribusi AWAS kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pembina AWAS, AKBP (Purn) Akik Subkhi, S.H., M.H., dalam sambutannya menekankan peran penting pers dalam membangun bangsa dan negara. “Organisasi ini dilindungi oleh undang-undang, bukan organisasi abal-abal. Peran pers sangat vital sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, serta sebagai penjaga kebebasan berbicara dan berpendapat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pers dan pemerintah untuk menjaga integritas berita. “Pers memiliki tanggung jawab sosial dalam menyampaikan berita secara akurat dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, menjaga etika dan integritas adalah hal mutlak dalam profesi ini,” pungkas Akik Subkhi.
Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi tinggi, peringatan HUT AWAS ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui peran media.
(guh)
