Kediri – Lembaga Pemantau Pemilu dan Pilkada (LP3) Kota Kediri menggelar konferensi pers untuk memaparkan hasil pemantauan Pilkada Kota Kediri 2024. Berdasarkan data rekapitulasi formulir C1 yang dihimpun dari 407 Tempat Pemungutan Suara (TPS), Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1, Vinanda-Gus Qowim, berhasil unggul dengan perolehan suara sebesar 55,45%. Sementara itu, Paslon nomor urut 2, Veronika-Regina, memperoleh 41,50% suara. Adapun suara tidak sah tercatat mencapai 3,05%.
Ketua LP3 Kota Kediri, Agus Setiawan, S.Pd., S.H., yang akrab disapa Mas Iwan, menjelaskan bahwa hasil ini merupakan data valid yang dikumpulkan oleh tim LP3 di lapangan. “Kami memastikan bahwa data ini berasal dari sumber yang kredibel dan merupakan hasil pantauan langsung yang telah dilakukan secara profesional,” ujar Mas Iwan dalam konferensi pers tersebut.
- Proses Hukum SH Terate Masih Bergulir, Pernyataan di Ruang Publik dan Medsos Berpotensi Langgar Hukum
- Habiburokhman Buka-bukaan: Wacana Polri di Bawah Kementerian Dinilai Bisa Gerus Kewenangan Presiden Prabowo
- Kadiv Humas Polri Tegaskan Peran Kunci Wartawan: Garda Terdepan Jaga Demokrasi dan NKRI
- Kapolri Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolda, Ini Daftarnya
- Kapolri Teken MoU dengan PT Pupuk Indonesia, Distribusi Pupuk Ditargetkan Tepat Sasaran dan Tepat Waktu
Selain memaparkan hasil perolehan suara, LP3 juga mengungkapkan adanya dugaan pelanggaran selama proses pemungutan dan penghitungan suara. Beberapa pelanggaran yang ditemukan mencakup prosedur pemungutan suara yang tidak sesuai aturan, penghitungan suara yang kurang transparan, serta indikasi adanya intimidasi terhadap pemilih di beberapa TPS. “Kami masih mengkaji temuan ini untuk memastikan keabsahannya sebelum dilaporkan secara resmi kepada KPU dan Bawaslu Kota Kediri,” tambah Mas Iwan.
Dalam kesempatan itu, Mas Iwan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan Pilkada Kota Kediri 2024. Ia menyebut kerja keras KPU, Bawaslu, aparat keamanan, dan masyarakat sebagai elemen penting dalam memastikan kelancaran proses demokrasi di Kota Kediri. “Partisipasi aktif masyarakat adalah bukti nyata komitmen kita semua terhadap demokrasi yang sehat,” tegasnya.
LP3 juga menyerukan pentingnya menjaga situasi yang aman dan kondusif setelah Pilkada. Mas Iwan mengimbau seluruh pihak untuk menghormati hasil sementara tersebut dan menunggu pengumuman resmi dari KPU Kota Kediri dengan sikap dewasa dan bijak. “Demokrasi membutuhkan kedewasaan kita semua. Mari kita jaga bersama suasana kondusif ini,” katanya.
Lebih lanjut, LP3 menegaskan bahwa laporan pemantauan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mewujudkan proses pemilu yang jujur, adil, dan transparan. Lembaga ini berharap temuan mereka dapat menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan pemilu mendatang yang lebih baik.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung perbaikan proses demokrasi di Indonesia, khususnya di Kota Kediri. Semoga ke depan, kualitas pemilu kita semakin meningkat,” tutup Mas Iwan.
Pilkada Kota Kediri 2024 menjadi bukti nyata partisipasi aktif masyarakat dan peran berbagai pihak dalam menjaga demokrasi. LP3 Kota Kediri berharap hasil pemilu ini dapat diterima oleh semua pihak sebagai wujud aspirasi masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pesta demokrasi ini.