Askot Super Liege 2026 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Pembinaan Sepak Bola Usia Dini di Kota Kediri
KEDIRI – Kompetisi sepak bola usia dini Askot Super Liege (ASL) 2026 resmi dibuka pada Minggu pagi, 3 Mei 2026. Pembukaan dilakukan langsung oleh Ketua Askot PSSI Kota Kediri di Lapangan Gajahmada, Kota Kediri, dengan diikuti ratusan pemain dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) di wilayah tersebut.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pembinaan talenta muda sepak bola di Kota Kediri. Seluruh peserta yang mengikuti kompetisi ini telah melalui proses screening, sehingga dipastikan merupakan pemain-pemain yang berasal dari Kota Kediri.
Ketua pelaksana ASL 2026, Suswanto, yang juga merupakan legenda Persik Kediri, menyampaikan bahwa kompetisi ini akan berlangsung selama sembilan bulan penuh. Ia menjelaskan bahwa jeda kompetisi akan dilakukan pada bulan Agustus, menyesuaikan dengan berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan.
“Yang terpenting adalah anak-anak bisa gembira bermain sepak bola. Dari rasa senang itu, diharapkan akan tumbuh minat dan keseriusan untuk menekuni olahraga ini,” ujar Suswanto dalam sambutannya.
Askot Super Liege 2026 dibagi dalam empat kelompok umur, yakni U-9, U-11, U-13, dan U-15. Untuk kategori U-9 diikuti oleh 10 tim, U-11 sebanyak 16 tim, U-13 diikuti 12 tim, serta U-15 diikuti oleh 8 tim.
Khusus untuk kelompok umur U-15, panitia turut mengundang satu tim dari luar Kota Kediri. Hal ini bertujuan sebagai pembanding sekaligus tolok ukur perkembangan pembinaan pemain muda di Kota Kediri.
Sementara itu, Ketua PSSI Kota Kediri, Tomi Ari Wibowo, yang membuka secara langsung kegiatan tersebut menegaskan bahwa ASL merupakan agenda tahunan resmi Askot yang berfokus pada pembinaan usia dini. Tahun 2026 ini menjadi pelaksanaan tahun ketiga kompetisi tersebut.
Ia juga mengharapkan dukungan penuh dari berbagai pihak, terutama para orang tua, agar anak-anak dapat berkembang secara maksimal dalam dunia sepak bola. Selain itu, pihaknya berencana menghadirkan pelatih nasional maupun pelatih dari Persik Kediri untuk memberikan coaching clinic kepada para peserta.
Tidak hanya berfokus pada pembinaan pemain, penyelenggaraan ASL 2026 juga akan digelar secara bergilir di berbagai lapangan sepak bola di Kota Kediri. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi pemuda di tingkat kelurahan dalam mengelola kegiatan olahraga, sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat melalui pelaku UMKM dan pedagang kecil di sekitar lokasi pertandingan.
Dengan adanya kompetisi ini, diharapkan ke depan akan lahir pemain-pemain profesional dari Kota Kediri yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.