Forum Silaturahmi Sepakbola Jatim Siapkan Puluhan Bus, Siap “Gruduk” PSSI Pusat di Jakarta
Surabaya — Forum Silaturahmi Sepakbola Jawa Timur yang digelar pada Jumat, 1 Mei 2026 di Hotel Namira Surabaya menghasilkan sejumlah keputusan penting yang akan segera ditindaklanjuti. Pertemuan tersebut dihadiri oleh berbagai perwakilan pengurus Askot dan Askab se-Jawa Timur yang menyuarakan keresahan terhadap kondisi organisasi sepak bola di tingkat provinsi.
Dalam forum tersebut, salah satu isu utama yang menjadi sorotan adalah kebijakan Pelaksana Tugas (Plt) Asprov Jawa Timur yang dinilai kontroversial. Plt disebut tidak hanya menjalankan tugas sementara, tetapi juga membentuk struktur kepengurusan baru dengan menunjuk Plt di tingkat Askot dan Askab. Kebijakan ini dinilai tidak lazim dan bertentangan dengan aturan organisasi yang berlaku.
Sejumlah peserta forum menilai langkah tersebut berpotensi merusak tata kelola sepak bola di Jawa Timur. Mereka menegaskan bahwa dalam aturan organisasi, termasuk statuta PSSI, tidak dikenal mekanisme Plt yang memiliki kewenangan membentuk Plt lain di bawahnya. Kondisi ini dianggap dapat mengganggu sistem pembinaan sepak bola yang selama ini berjalan.
“Ini sangat aneh. Dalam organisasi mana pun, termasuk statuta PSSI, tidak ada Plt yang bisa membentuk Plt. Ini berpotensi merusak sepak bola, khususnya di Jawa Timur,” ujar salah satu peserta forum dalam diskusi yang berlangsung dinamis.
Keresahan tersebut kemudian berkembang menjadi desakan konkret untuk melakukan aksi ke Jakarta. Para peserta sepakat bahwa aspirasi mereka perlu disampaikan langsung kepada PSSI Pusat agar mendapat perhatian serius dan solusi yang jelas.
Salah satu peserta dari Pamekasan bahkan menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan sekitar 20 bus guna mengangkut massa menuju Jakarta. Usulan ini langsung mendapat dukungan penuh dari peserta lain yang hadir, sehingga rencana aksi tersebut semakin menguat sebagai langkah bersama.
Tidak hanya itu, forum juga menyoroti pentingnya segera digelar kongres Asprov Jawa Timur. Para peserta mendesak agar PSSI Pusat melalui Plt Asprov Jatim segera menyelenggarakan kongres guna memilih Ketua Asprov definitif, sehingga kepemimpinan organisasi kembali berjalan sesuai mekanisme yang sah.
Menurut mereka, keberadaan ketua definitif sangat penting untuk memastikan stabilitas organisasi dan keberlanjutan program pembinaan sepak bola di daerah. Tanpa kepemimpinan yang jelas, berbagai program pengembangan dinilai akan sulit berjalan optimal.
Forum Silaturahmi Sepakbola Jawa Timur pun menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perkembangan situasi ini. Mereka berharap langkah yang diambil, termasuk rencana aksi ke Jakarta, dapat menjadi titik balik perbaikan tata kelola sepak bola di Jawa Timur serta memberikan dampak positif bagi kemajuan sepak bola nasional.