Kediri, Jatim — Meningkatnya keluhan masyarakat terkait praktik pencaloan di Kantor Bersama (KB) Samsat Pare, Kabupaten Kediri, memicu kemarahan Lembaga Swadaya Masyarakat Rakyat Muda Bersatu (LSM RATU). Lembaga tersebut berencana menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada Selasa, 15 April 2025, pukul 10.00 WIB, di depan kantor KB Samsat Pare.
Ketua LSM RATU, Saiful Iskak, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kekecewaan atas dugaan pembiaran praktik percaloan yang kian merajalela di Samsat Pare. Ia menyebut, masyarakat merasa dipersulit saat hendak membayar pajak kendaraan secara resmi, namun dipermudah bila menggunakan jasa calo, biro jasa, atau bahkan oknum orang dalam.
“Ini sudah keterlaluan. Warga yang ingin membayar pajak secara mandiri justru dipersulit dengan syarat berbelit-belit, sementara calo bisa meloloskan berkas tidak lengkap hanya dengan menambah biaya di luar PNBP,” tegas Saiful. Ia mendesak pihak kepolisian, khususnya Kapolres Kediri, untuk segera turun tangan menindaklanjuti temuan tersebut.
Kasus serupa sebenarnya bukan hal baru. KB Samsat Kota Kediri sebelumnya juga sempat menjadi sorotan karena diduga memberikan keistimewaan kepada biro jasa dan oknum internal dalam memberikan pelayanan, yang kemudian dilakukan perbaikan pelayanan di Samsat Kota. Situasi ini menimbulkan persepsi negatif di kalangan masyarakat terhadap institusi pelayanan publik yang seharusnya netral dan transparan.
Sejumlah warga pun mengaku kecewa dengan sistem pelayanan di Samsat Pare. Seorang wajib pajak bernama Ali menceritakan pengalamannya saat hendak melakukan pengurusan pajak lima tahunan. “Berkas saya lengkap, hanya kurang KTP. Langsung ditolak. Tapi lewat calo, tanpa KTP, bisa langsung jadi asal bayar tambahan Rp500 ribu,” ungkapnya.

Hal ini semakin memperkuat anggapan adanya sistem pelayanan yang diskriminatif. Saiful juga menambahkan bahwa beberapa kenalannya dapat dengan mudah mengurus dokumen kendaraan tanpa prosedur rumit hanya karena mengenal oknum di dalam. “Ini bukan lagi dugaan, tapi sudah jadi rahasia umum,” katanya dengan nada kesal.
Hingga berita ini diterbitkan, Kasat Lantas Polres Kediri belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana aksi unjuk rasa tersebut. Pihaknya disebut sedang padat kegiatan. Namun, masyarakat berharap pihak kepolisian segera memberikan klarifikasi dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan di Samsat Pare.
Aksi demonstrasi yang direncanakan LSM RATU diharapkan menjadi momentum bagi instansi terkait untuk membenahi sistem pelayanan di kantor Samsat. Saiful menegaskan bahwa aksi ini akan dilakukan secara damai namun tegas, demi memperjuangkan hak masyarakat untuk mendapatkan layanan publik yang adil dan bersih dari praktik percaloan.
