Olah Raga

Kalah dari Tuan Rumah, Inter Kediri Tersingkir dari Liga 4 Jatim


Nganjuk โ€” Langkah Inter Kediri di kompetisi Liga 4 Jawa Timur harus terhenti di babak 16 besar. Tim berjuluk Laskar Panji itu dipastikan tersingkir setelah menelan kekalahan 0-2 dari tuan rumah Persenga Nganjuk dalam pertandingan yang berlangsung sengit.

Kekalahan tersebut membuat Inter Kediri tidak lagi memiliki peluang untuk lolos ke babak 8 besar. Meski masih menyisakan satu laga terakhir melawan Baruna Banyuwangi, hasil pertandingan tersebut tidak akan memengaruhi klasemen Grup LL yang telah memastikan Persinga Ngawi dan Persenga Nganjuk sebagai dua tim teratas.

Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berjalan menarik dengan tempo tinggi. Kedua tim sama-sama tampil agresif dan saling melancarkan serangan. Inter Kediri sempat mendominasi penguasaan bola di awal babak pertama dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya ke lini pertahanan Persenga.

Namun, petaka justru datang bagi Inter Kediri ketika sebuah peluang Persenga berbuah gol. Bola yang sempat diblok oleh kiper Inter, Tedy Heri, justru jatuh ke kaki Koko yang tanpa kesulitan menyambar bola tersebut dan menggetarkan gawang Inter Kediri, mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Memasuki babak kedua, Inter Kediri tampil semakin menekan dan berupaya mengejar ketertinggalan. Salah satu momen krusial terjadi ketika pemain Inter, Qisqil, terjatuh di dalam kotak penalti usai terjadi kontak dengan pemain Persenga. Namun wasit tidak menganggap insiden tersebut sebagai pelanggaran, meski mendapat protes keras dari para pemain dan ofisial Inter Kediri.

Terus bermain menyerang, Inter Kediri justru kembali kecolongan. Kelengahan di lini belakang berhasil dimanfaatkan Persenga Nganjuk untuk mencetak gol kedua, sekaligus memastikan kemenangan 2-0 dan mengunci tiket lolos ke babak 8 besar.

Usai pertandingan, Tomi Wibowo yang mewakili manajemen Inter Kediri menyampaikan ucapan selamat kepada Persenga Nganjuk dan Persinga Ngawi. Ia berharap kedua tim tersebut mampu melangkah jauh di level nasional dan sukses menembus Liga 3. Namun di sisi lain, Tomi juga mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut.

Menurut Tomi, banyak keputusan wasit yang dinilai merugikan Inter Kediri dan mencederai semangat sportivitas di Liga 4 Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan melaporkan wasit yang bertugas ke Komisi Wasit PSSI di Jakarta, serta berencana menggandeng tim-tim lain yang merasa dirugikan untuk melengkapi bukti-bukti yang ada.

โ€œKeputusan wasit bisa mengubah jalannya pertandingan dan hasil akhir. Kami melihat adanya indikasi permainan yang terstruktur, sistematis, dan masif dalam pelaksanaan Liga 4 Jatim ini. Oleh karena itu, kami juga akan membawa persoalan ini ke Polda Jawa Timur dan Satgas Anti Mafia Sepak Bola,โ€ tegas Tomi.

Meski tersingkir, Tomi tetap menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain, pelatih, dan ofisial Inter Kediri atas perjuangan mereka sepanjang kompetisi. Pada laga terakhir babak 16 besar melawan Baruna Nusantara Banyuwangi di Stadion Sumarji, Nganjuk, Sabtu mendatang, Inter Kediri berencana menurunkan seluruh pemain muda sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov Jawa Timur tahun depan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat di Kediri Peringati Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXI Tahun 2024 SUPER AIR JET Perkenalkan Rute Penerbangan Langsung Kediri-Balikpapan dengan Promosi Menarik Upaya DPRD Kabupaten Kediri Menjaga Kebhinekaan Bukber Bersama Satlantas Polres Kediri: Mempererat Tali Silaturahmi dan Meningkatkan Keimanan PSSI Kota Kediri berangkatkan Tim U13 ke Bali Kediri Bersiap Menyambut Musim Kemarau Polres Kediri Kota Tingkatkan Patroli Malam untuk Antisipasi Perang Sarung Selama Ramadhan Kapolsek Mojoroto Ajak Pelajar SMK PGRI 2 Kediri Stop Aksi Bulliying Bagi Bagi Takjil Insan Seni dan Awak Media Kapolsek Mojoroto Gelar โ€œNgopi Bareng Media (PIRAMIDA)โ€