Pengabdian Satgas TMMD 122: Mengajar Ngaji di Madrasah Diniyah Takmiliyah Riyadhus Sholichin, Kediri
KEDIRI – Anggota Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 122 Kodim 0809/Kediri menunjukkan kepedulian mereka yang mendalam terhadap masyarakat melalui kegiatan pendidikan agama di sela-sela kegiatan fisik. Mereka berpartisipasi dalam mengajar anak-anak mengaji di Madrasah Diniyah Takmiliyah Riyadhus Sholichin, Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, pada Sabtu (26/10/2024).
Pengajaran ini dipimpin oleh beberapa personel TMMD, di antaranya Letnan Dua (Letda) Infanteri (Inf) Catur, Letda Marinir (Mar) Safii, dan Sersan Dua (Serda) Khoirul. Dalam kegiatan tersebut, para prajurit ini tidak hanya mengajarkan ilmu membaca Al-Qur’an, tetapi juga membekali anak-anak dengan nilai-nilai moral yang kuat. Mereka tampak antusias saat mendampingi para murid madrasah yang bersemangat mengikuti pelajaran.
Menurut Letda Inf Catur, anak-anak merupakan calon pemimpin bangsa yang akan menjadi generasi emas Indonesia di masa depan. “Mereka perlu dibekali dengan pendidikan akhlak, mental, dan spiritual yang kokoh untuk menjawab tantangan yang akan dihadapi bangsa ini di kemudian hari,” ujarnya. Bagi mereka, kegiatan ini bukan hanya tugas, tetapi bentuk pengabdian untuk membangun fondasi bangsa melalui pendidikan agama.
Kegiatan mengaji ini merupakan bagian dari misi non-fisik TMMD 122, yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga pembinaan generasi muda. Letda Mar Safii menambahkan bahwa kegiatan ini mencerminkan cinta TNI kepada generasi penerus bangsa. “Estafet kepemimpinan bangsa ini harus dipersiapkan sejak dini, dan anak-anak inilah yang kelak akan menjadi penerus harapan bagi bangsa,” ungkapnya.
Kepala Desa Pagung, Supriadi, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran anggota TNI yang membantu mengajar di madrasah tersebut. “Senang sekali rasanya bisa dibantu oleh bapak-bapak TMMD yang meluangkan waktu mereka untuk mengajar mengaji di sini. Ini sangat membantu kami dan menjadi bekal penting bagi anak-anak di desa ini,” ucapnya penuh syukur.
Supriadi juga menekankan bahwa kehadiran anggota TNI di madrasah tersebut membawa dampak positif, terutama dalam hal kedisiplinan dan semangat belajar anak-anak. “Mereka belajar bukan hanya tentang agama, tetapi juga tentang kedisiplinan, tanggung jawab, dan cinta pada tanah air,” tambahnya. Ia berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa depan.
- Proses Hukum SH Terate Masih Bergulir, Pernyataan di Ruang Publik dan Medsos Berpotensi Langgar Hukum
- Habiburokhman Buka-bukaan: Wacana Polri di Bawah Kementerian Dinilai Bisa Gerus Kewenangan Presiden Prabowo
- Kadiv Humas Polri Tegaskan Peran Kunci Wartawan: Garda Terdepan Jaga Demokrasi dan NKRI
- Kapolri Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolda, Ini Daftarnya
- Kapolri Teken MoU dengan PT Pupuk Indonesia, Distribusi Pupuk Ditargetkan Tepat Sasaran dan Tepat Waktu
Para orang tua di Desa Pagung juga merasakan manfaat besar dari kehadiran personel TMMD yang menjadi guru ngaji sementara. Ibu Erna, salah satu orang tua murid, mengaku sangat senang dengan kegiatan ini. “Anak saya jadi lebih semangat belajar, terutama karena merasa diajar langsung oleh bapak TNI. Ini motivasi besar bagi mereka,” tuturnya.
Keikutsertaan Satgas TMMD 122 dalam mengajar mengaji ini merupakan bentuk nyata dari komitmen TNI untuk mendukung kemajuan masyarakat, baik secara fisik maupun mental. Kegiatan seperti ini memperlihatkan bagaimana TNI hadir dan dekat dengan masyarakat, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur tetapi juga pendidikan agama yang merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Program TMMD 122 sendiri akan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan, dan diharapkan kehadiran personel TNI di Desa Pagung dapat terus memberikan inspirasi bagi anak-anak serta masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, TNI menunjukkan bahwa pengabdian kepada rakyat bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, termasuk mendidik dan membina moral generasi penerus bangsa.
(guh)