Sidoarjo – Pemesanan barang secara online telah menjadi hal yang lumrah di era digital ini. Selain memudahkan transaksi jual beli, metode ini juga menghemat waktu dan biaya. Namun, masyarakat perlu waspada karena pemesanan online juga memiliki efek samping, salah satunya adalah modus penipuan dan pengiriman barang yang tidak sesuai dengan yang diiklankan.
Baru-baru ini, modus penipuan ini menimpa Yuliadi Utomo, seorang warga Banjar Bendo, Sidoarjo. Pada Sabtu (20/7/2024), Yuliadi menerima kunjungan dari seorang kurir yang mengaku berasal dari JNT, salah satu perusahaan jasa pengiriman paket besar di Indonesia. Dalam pengakuannya, Yuliadi menyatakan bahwa ia tidak merasa memesan barang apapun.
Saat kejadian, Yuliadi tidak berada di rumah sehingga paket tersebut diterima oleh istrinya, yang mengira barang tersebut dipesan oleh suaminya. Paket seharga Rp 51.000 tersebut akhirnya dibuka dan hanya berisi sabun. “Bukan masalah nominalnya, mas, tapi saya tidak memesan barang tersebut. Hal ini jangan sampai terulang pada orang lain,” ucap Yuliadi di depan pewarta.
Yuliadi merasa kecewa dan was-was dengan kejadian ini. Menurutnya, penipuan seperti ini bisa merugikan banyak orang, terutama mereka yang kurang paham tentang modus-modus penipuan dalam transaksi online. Ia berharap pihak jasa pengiriman lebih berhati-hati dan teliti dalam mengirimkan paket kepada pelanggan.
Kejadian ini menambah daftar panjang kasus penipuan melalui pengiriman paket di Indonesia. Banyak korban yang tertipu karena kurangnya informasi atau kewaspadaan saat menerima paket. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi terkait paket yang diterima sebelum menerimanya.
Pihak JNT sebagai perusahaan jasa pengiriman yang disebut dalam kejadian ini belum memberikan komentar resmi. Namun, diharapkan mereka dapat segera melakukan investigasi dan mengambil langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Kasus ini seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi semua jasa pengiriman paket untuk lebih jeli dalam melayani pelanggan. Diharapkan dengan adanya pengawasan yang lebih ketat, kesalahan pengiriman dapat diminimalisir dan pelayanan retur barang yang tidak sesuai dengan pesanan dapat ditingkatkan.
(yuli)
