Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati dan Gus Qowim, resmi mendaftar sebagai kandidat pertama di KPU Kota Kediri. Dengan dukungan solid dari tujuh partai politik parlemen, dua partai non-parlemen, serta lintas organisasi, mereka siap bersaing dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang. Kehadiran pasangan ini dianggap sebagai harapan baru bagi masyarakat Kediri, mengingat latar belakang dan pengalaman yang mereka miliki.
Vinanda Prameswati, atau yang akrab disapa Mbak Vinanda, bukanlah sosok asing di dunia sosial dan kemasyarakatan. Sebagai Ketua Harian Relawan Suket Teki Nusantara (RSTN) Kediri, ia telah aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat kurang mampu dan termarginalkan. RSTN sendiri merupakan organisasi yang tersebar di seluruh Indonesia dengan tujuan mulia membantu mereka yang membutuhkan.
Lahir dan besar di Kota Kediri, Vinanda adalah putri sulung dari empat bersaudara. Pendidikan dasarnya ditempuh di SMP Negeri 1 Kota Kediri dan kemudian melanjutkan ke SMAN 3 Kota Kediri. Minatnya terhadap dunia hukum membawanya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Brawijaya Malang dengan mengambil jurusan hukum. Tidak berhenti di situ, Vinanda kemudian meraih gelar magister kenotariatan dari Universitas Airlangga Surabaya dengan predikat cumlaude.
Di sisi lain, Gus Qowim memiliki latar belakang yang kuat dalam pendidikan agama dan pesantren. Sebagai putra dari pendiri Pondok Pesantren Al-Ishlah Bandar Kidul, Mojoroto, Kota Kediri, Almaghfurlah KH. Thoha Muid, ia dibesarkan dalam lingkungan yang kental dengan nilai-nilai keagamaan. Pendidikan agama yang diperolehnya di Pondok Pesantren Al-Fadilu Kaliwungu Kendal, serta gelar sarjana dari Universitas Tribakti Lirboyo Kediri, menjadikannya figur yang dihormati di kalangan masyarakat.
Kiprah Gus Qowim di berbagai organisasi besar juga patut diperhitungkan. Sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah, ia aktif dalam berbagai lembaga seperti Baznas Kota Kediri, MUI Kota Kediri, FKUB Kota Kediri, dan juga menjabat sebagai Sekretaris RMI Kota Kediri. Tidak hanya berkontribusi dalam dunia pendidikan formal, Gus Qowim juga terlibat dalam pendidikan non-formal sebagai Kepala Madrasah Diniyah Al-Badriyah dan Komite Sekolah MTsN 1 Kota Kediri.
Selain kiprahnya di dunia pendidikan dan organisasi, Gus Qowim juga memiliki pengalaman di bidang wirausaha. Ia mengelola usaha mandiri yang bergerak di bidang produksi kopi dan madu, sebuah usaha yang dijalankannya hingga saat ini. Pengalaman ini menunjukkan kemampuan Gus Qowim dalam mengelola berbagai sektor kehidupan, dari pendidikan hingga ekonomi.
Dengan kombinasi latar belakang yang kuat antara Vinanda yang fokus pada hukum dan kemasyarakatan serta Gus Qowim yang memiliki basis agama dan pengalaman organisasi, pasangan ini diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi Kota Kediri. Program-program yang mereka rencanakan diyakini akan berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pendidikan, serta pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Pasangan Vinanda-Gus Qowim tidak hanya menawarkan visi dan misi yang kuat, tetapi juga kepribadian yang mumpuni dan kompeten untuk memimpin Kota Kediri ke arah yang lebih baik. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat menambah keyakinan bahwa mereka mampu mewujudkan harapan tersebut dalam bentuk nyata.