Kediri, 21 Mei 2024 – Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Mencari Keadilan (MACAN) hari ini berkumpul di berbagai titik strategis di Kota Kediri, menuntut keadilan atas kasus gagal ginjal akut yang merenggut nyawa 326 anak dan menyebabkan 154 anak lainnya memerlukan prosedur cuci darah. Demonstrasi ini dipicu oleh vonis yang dianggap terlalu ringan bagi pelaku utama kasus ini, Arief Prasetya Harahap, Direktur PT. AFI FARMA.
Menurut laporan, produk farmasi yang tercemar telah menyebabkan tragedi kesehatan yang menghebohkan ini. Saiful Iskak, salah satu demonstran, dengan lantang menyerukan, “Dimana keadilan di Indonesia ini? Nyawa anak-anak harusnya tidak dianggap murah oleh hukum. Kami mendesak hukum untuk bersikap tegas dan tidak tumpul!”
Demonstran juga mendesak Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelidiki dugaan keterlibatan mafia peradilan yang mungkin mempengaruhi ringannya hukuman yang dijatuhkan. Mereka menuntut transparansi dalam aliran dana para terdakwa dan pengawasan ketat terhadap harta kekayaan para advokat, jaksa, hakim, dan pihak yang terlibat dalam persidangan.
Kasus ini telah menarik perhatian nasional dan menjadi simbol perjuangan untuk perlindungan anak dan hak asasi manusia di Indonesia. Masyarakat Kediri berharap demonstrasi ini akan memicu tindakan dari pihak berwenang untuk memastikan keadilan ditegakkan dan tragedi serupa tidak terulang kembali.