Hari Ke-6 Pascagempa, Polri Terus Bergerak: Brimob dan Bantuan Logistik Konsisten Dikirim ke NTT

JAKARTA — Memasuki hari keenam pascagempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT), Polri terus memperkuat operasi kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak. Personel kepolisian masih dikerahkan untuk mendukung proses evakuasi, pelayanan di lokasi pengungsian, distribusi bantuan hingga pemulihan kebutuhan dasar warga.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pengerahan kekuatan Polri dilakukan secara konsisten dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Menurutnya, kehadiran personel di wilayah terdampak menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat mendapatkan bantuan selama masa tanggap darurat.
“Sejak awal bencana hingga memasuki hari keenam, Polri tetap konsisten hadir dan bergerak. Personel Brimob terus dikerahkan untuk membantu evakuasi dan pelayanan masyarakat, sementara dukungan logistik terus didorong ke wilayah terdampak,” ujar Trunoyudo, Kamis (20/8/2026).
Konsistensi tersebut terlihat dari aktivitas Korbrimob Polri yang diperbantukan ke Polda NTT. Pada Kamis, sebanyak 10 personel Korbrimob yang dipimpin Ipda Alfonsius Anselmus turut membantu proses evakuasi korban menuju Posko Kesehatan Pengungsian di Desa Damer, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, bersama Basarnas.
Selain membantu evakuasi, personel Korbrimob juga memberikan dukungan terhadap kebutuhan komunikasi di lokasi pengungsian. Di Posko Pengungsian Barangkolong, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, personel TIK Korbrimob memasang perangkat Starlink dan Wontech di Posko Brimob untuk menunjang akses komunikasi serta kebutuhan daya listrik bagi pengungsi dan relawan.
Sementara itu, lima personel Korbrimob yang dipimpin Danki Penugasan AKP Roy Ronaldo Dansu melakukan pendataan sekaligus menyalurkan bantuan di Posko Terpadu Polri Peduli Bencana Barangkolong. Bantuan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk kebutuhan bagi batita, balita dan warga yang berada di pengungsian.
Trunoyudo menegaskan, pendataan dan asesmen terus dilakukan karena kebutuhan masyarakat di setiap lokasi tidak selalu sama. Dengan langkah tersebut, bantuan yang diberikan diharapkan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi warga terdampak.
“Selama masa tanggap darurat, pelayanan dan dukungan akan terus kami lakukan,” kata Trunoyudo.
Dari sisi dukungan logistik, hingga Kamis (20/8/2026), Polri telah mengirimkan sedikitnya 249,2 ton bantuan logistik dan kemanusiaan untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak gempa di NTT. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari 247,66 ton bantuan yang telah dikirim hingga 18 Agustus 2026 serta tambahan pengiriman melalui jalur udara pada 19 Agustus 2026.
Pada Rabu (19/8/2026), Polri kembali mengirimkan 1,44 ton logistik menggunakan pesawat CN-295 registrasi P-4501 dari Bandara Internasional Juanda menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo. Bantuan itu terdiri dari 14 koli obat-obatan seberat 94 kilogram, tujuh koli selimut seberat 586 kilogram, lima koli sarung seberat 340 kilogram serta 120 unit kasur lipat dengan berat mencapai 420 kilogram.
Dukungan juga dilakukan melalui jalur udara menggunakan Helikopter Bell 429 registrasi P-3202. Helikopter tersebut mendistribusikan sekitar 100 kilogram bantuan dari Labuan Bajo menuju Reo, Kabupaten Manggarai. Bantuan yang dibawa antara lain mi instan, kopi sachet, makanan, biskuit, ember, deterjen, sikat pakaian, hanger, plastik dan berbagai perlengkapan lainnya.
Secara keseluruhan, bantuan yang dikirimkan Polri berasal dari Mabes Polri maupun jajaran kewilayahan. Bantuan tersebut mencakup bahan makanan, kebutuhan sandang, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, kasur, selimut, perlengkapan bayi, sarana komunikasi serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.
Selain mengirimkan logistik, Polri juga telah memperkuat Polda NTT dengan 236 personel bantuan BKO. Personel tersebut memiliki kemampuan di berbagai bidang, mulai dari SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, K9, trauma healing, pengamanan hingga mendukung proses distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.
Dalam kegiatan kemanusiaan pada Selasa (18/8/2026), Kapolri juga telah menyalurkan 3.500 paket bantuan sosial, 500 mainan anak-anak, 39 kasur, 10 tandon air dan 36 boks obat-obatan untuk masyarakat di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.
Polri juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai unsur, termasuk BNPB, BPBD, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan dan masyarakat. Sinergi tersebut dilakukan agar seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan terpadu dan kebutuhan warga terdampak dapat segera dipenuhi.
“Penanganan bencana membutuhkan kerja bersama. Polri terus memperkuat sinergi dengan seluruh unsur terkait. Selama masyarakat masih membutuhkan bantuan, personel Polri akan terus berada di lapangan dan dukungan logistik akan terus kami dorong sesuai kebutuhan,” tegas Trunoyudo.
Memasuki hari keenam pascagempa, jajaran Brimob dan personel Polri masih terus bergerak di berbagai titik terdampak. Evakuasi, pelayanan pengungsi, dukungan komunikasi dan distribusi bantuan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen Polri dalam membantu masyarakat NTT melewati masa tanggap darurat.
(guh)


