Imigrasi Kediri Gelar Pasporia di CFD Jombang, Layani Puluhan Pemohon dan Sosialisasikan Pencegahan TPPO

Jombang – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri kembali menghadirkan inovasi pelayanan publik melalui program Pasporia (Paspor Minggu Ceria) yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Kabupaten Jombang, Minggu (21/6). Kegiatan yang berlangsung di halaman depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengurus paspor di hari libur.
Program layanan jemput bola ini merupakan bagian dari komitmen Imigrasi Kediri dalam mendekatkan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat. Dengan memanfaatkan momentum CFD yang ramai dikunjungi warga, Imigrasi Kediri memberikan kemudahan bagi masyarakat yang tidak memiliki waktu untuk mengurus paspor pada hari kerja.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri, Antonius Frizky Saniscara Cahya Putra, mengatakan bahwa kegiatan Pasporia merupakan bentuk nyata pelayanan prima yang fleksibel dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui program ini, masyarakat dapat mengakses layanan paspor dengan lebih mudah tanpa harus datang ke kantor imigrasi pada hari kerja.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari. Tim Imigrasi Kediri bahkan telah bersiap memberikan pelayanan mulai pukul 05.00 WIB. Sebelum pelaksanaan, pihak imigrasi telah membuka pendaftaran secara daring melalui situs web resmi dengan kuota sebanyak 50 pemohon.
Dari total kuota yang disediakan, sebanyak 49 orang telah mendaftar secara online. Pada pelaksanaan di lapangan, petugas berhasil melayani dan memproses 44 permohonan paspor dengan lancar, sementara lima pemohon lainnya tercatat tidak hadir. Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan keimigrasian yang lebih dekat dan mudah dijangkau.
Tidak hanya memberikan pelayanan paspor, petugas Imigrasi Kediri juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Berbagai informasi mengenai kemudahan penggunaan aplikasi M-Paspor disampaikan secara langsung kepada warga yang hadir di area CFD.
Selain itu, Imigrasi Kediri turut mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Sosialisasi dilakukan melalui pembagian brosur dan penjelasan langsung kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi program kerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap bahaya perdagangan orang.
Untuk menarik minat masyarakat sekaligus memperkuat penyebaran informasi, petugas juga membagikan souvenir berupa gantungan kunci dan stiker. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Humas Direktorat Jenderal Imigrasi dalam pelaksanaan program Pasporia di berbagai daerah.
Masyarakat Jombang memberikan respons positif terhadap pelaksanaan Pasporia. Sejumlah warga berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada CFD berikutnya karena dinilai sangat membantu dan memudahkan proses pengurusan paspor tanpa harus mengganggu aktivitas kerja mereka.
Antonius Frizky Saniscara Cahya Putra menyampaikan bahwa pelaksanaan Pasporia kali ini berlangsung lancar dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Pihaknya berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di berbagai kesempatan mendatang agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses layanan keimigrasian yang cepat, mudah, dan berkualitas.
Melalui program Pasporia, Kantor Imigrasi Kediri menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Semangat “Imigrasi untuk Rakyat” terus diwujudkan melalui berbagai inovasi pelayanan publik guna memastikan layanan keimigrasian semakin mudah diakses, memberikan manfaat nyata, serta mendukung terciptanya pelayanan publik yang prima dan berkelanjutan.
(guh)


