KEDIRI – Laga final Piala Soeratin U-13 Kota Kediri berlangsung sengit dan penuh tensi di lapangan Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri. Dua tim kuat, Persik Academy dan Putra Utama Walibarokah, saling adu strategi dan kekuatan demi merebut gelar juara pada kompetisi usia dini paling bergengsi di wilayah tersebut.
Pertandingan berjalan menarik sejak menit awal. Kedua tim tampil agresif dan silih berganti melancarkan serangan ke gawang lawan. Namun, hingga dua babak pertandingan selesai, tak satu pun gol tercipta. Skor kacamata 0-0 memaksa laga dilanjutkan ke babak adu penalti.
Dalam drama adu penalti yang menegangkan, masing-masing tim mengirim lima penendang. Ketegangan mewarnai setiap tendangan yang dilepaskan. Pada akhirnya, Putra Utama keluar sebagai pemenang setelah unggul 3-2 atas Persik Academy, dan berhak mengangkat trofi juara Piala Soeratin U-13 Kota Kediri tahun 2025.
Selain partai final, turnamen ini juga menghasilkan dua tim yang menempati posisi juara tiga bersama, yakni Mitra Caesar dan Taufik Football Academy. Keduanya dinilai tampil konsisten sepanjang turnamen dan layak mendapatkan apresiasi atas pencapaian tersebut.
Usai pertandingan, Ketua Askot PSSI Kota Kediri, Tomi Ari Wibowo, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh tim yang berpartisipasi, khususnya kepada Putra Utama. Ia juga mengumumkan rencana pembinaan berkelanjutan untuk talenta muda sepak bola di Kota Kediri.
“Selamat kepada Putra Utama atas gelar juara, serta semua tim yang telah bermain luar biasa. Tahun depan, kami akan mengadakan coaching clinic dengan mendatangkan pelatih nasional untuk seluruh pemain dari sekolah sepak bola (SSB) di Kota Kediri, sebagai upaya meningkatkan kualitas pemain usia dini,” ungkap Tomi.
Sebagai juara, Putra Utama akan mewakili Kota Kediri di ajang Piala Soeratin tingkat Provinsi Jawa Timur. Turnamen ini menjadi langkah awal penting bagi para pemain muda untuk meniti karier sepak bola ke jenjang lebih tinggi.
Sementara itu, kompetisi Piala Soeratin U-15 masih berlangsung dan telah memasuki babak delapan besar. Atmosfer persaingan pun semakin memanas, seiring harapan masyarakat Kota Kediri untuk melihat bibit-bibit muda terus berkembang dan bersinar di level regional maupun nasional.