
Jakarta – Hasil Survei Nasional Tatap Muka yang dilakukan Poltracking Indonesia pada 11–17 Mei 2026 menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih berada pada level tinggi. Survei yang melibatkan 1.220 responden di seluruh Indonesia tersebut mencatat sebanyak 72,2 persen masyarakat mengaku puas terhadap kinerja pemerintahan saat ini, sementara 25,1 persen menyatakan tidak puas.
Selain tingkat kepuasan, survei juga mengukur tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Hasilnya, sebanyak 74,2 persen responden menyatakan percaya kepada pemerintahan yang telah berjalan lebih dari satu setengah tahun tersebut. Sementara itu, 22,3 persen responden mengaku tidak percaya terhadap kinerja pemerintahan.
Direktur survei mencatat bahwa tingkat kepuasan publik cenderung stabil dibandingkan hasil survei sebelumnya pada Maret 2026. Meski mengalami sedikit penurunan dibandingkan Oktober 2025, angka kepuasan masih berada dalam rentang margin of error sehingga dianggap relatif stagnan dan menunjukkan dukungan masyarakat yang masih kuat terhadap pemerintahan.
Sejumlah faktor menjadi alasan utama masyarakat merasa puas terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Bantuan pemerintah yang dinilai tepat sasaran menjadi alasan tertinggi dengan angka 14 persen, disusul Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar 13,8 persen, serta kepemimpinan yang dianggap tegas dan berwibawa sebesar 10,6 persen. Faktor-faktor tersebut dinilai memberikan dampak langsung yang dirasakan masyarakat.
Dalam penilaian terhadap figur pemimpin, tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo Subianto mencapai 73,2 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang berada di angka 66,8 persen. Meski demikian, mayoritas responden tetap memberikan penilaian positif terhadap kinerja keduanya dalam menjalankan roda pemerintahan.
Berdasarkan sektor pemerintahan, bidang kesehatan memperoleh tingkat kepuasan tertinggi sebesar 75,4 persen. Disusul bidang pertahanan dan keamanan sebesar 74,5 persen, pendidikan 72,5 persen, serta sosial budaya 70,3 persen. Sementara itu, bidang ekonomi menjadi sektor dengan tingkat kepuasan terendah meskipun masih mendapat penilaian positif dari 59,2 persen responden.
Survei juga mencatat sejumlah capaian pemerintahan yang dianggap berhasil oleh masyarakat. Menjaga kerukunan antarumat beragama menjadi aspek yang paling diapresiasi dengan tingkat keberhasilan mencapai 80 persen. Selanjutnya menjaga keamanan memperoleh 77,8 persen dan menjaga persatuan serta kesatuan bangsa sebesar 77,4 persen. Di sisi lain, pengendalian harga kebutuhan pokok dan penciptaan lapangan kerja masih menjadi tantangan yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih serius.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program prioritas yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dengan angka 27,6 persen. Program ini juga dinilai sebagai program yang paling tepat sasaran oleh 24,5 persen responden. Sebanyak 92,1 persen masyarakat mengaku mengetahui program tersebut, sementara 55,6 persen dari mereka yang mengetahui program MBG menyatakan puas terhadap pelaksanaannya.
Meski demikian, survei menemukan bahwa pelaksanaan MBG masih menghadapi sejumlah catatan. Sebanyak 46,3 persen responden menilai program tersebut belum tepat sasaran, sementara 45,3 persen menilai sudah tepat sasaran. Selain itu, hanya 30,8 persen responden yang menyebut ada keluarga atau warga di lingkungan mereka yang memperoleh pekerjaan akibat program tersebut.
Dalam isu nasional yang paling mendesak, mayoritas responden menilai mahalnya harga kebutuhan pokok sebagai persoalan utama yang harus segera diselesaikan pemerintah. Sebanyak 37,5 persen responden menyebut kenaikan harga kebutuhan pokok sebagai masalah paling mendesak, disusul sulitnya mencari lapangan pekerjaan sebesar 9,2 persen dan mahalnya biaya kesehatan sebesar 7,8 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa persoalan ekonomi masih menjadi perhatian utama masyarakat meskipun tingkat kepuasan terhadap pemerintahan secara umum tetap tinggi.
Survei Poltracking Indonesia ini menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.220 responden yang memiliki hak pilih di seluruh Indonesia. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Wawancara dilakukan secara tatap muka langsung dan dilengkapi proses verifikasi serta quality control untuk memastikan validitas data yang diperoleh.


