Berita

Survei KedaiKOPI: Mayoritas Masyarakat Puas dengan Manajemen Mudik Lebaran 2026

JAKARTA — Mayoritas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026 mengaku puas terhadap manajemen mudik yang diselenggarakan pemerintah. Hal ini terungkap dalam survei tahunan yang dilakukan oleh lembaga survei KedaiKOPI, yang mencatat tingkat kepuasan mencapai 88,8 persen responden.

Head of Research KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, menyampaikan bahwa rata-rata tingkat kepuasan masyarakat berada di angka 7,18 dalam skala 1 hingga 10. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa secara umum pemudik merasa cukup puas terhadap layanan dan pengelolaan mudik oleh pemerintah.

Survei ini dilaksanakan pada 23 hingga 30 Maret 2026 dengan melibatkan 1.101 responden yang memenuhi kriteria sebagai pemudik Lebaran tahun ini. Hasilnya memberikan gambaran menyeluruh terkait pengalaman masyarakat selama melakukan perjalanan mudik, baik dari sisi transportasi hingga kebijakan pemerintah.

Ashma menjelaskan bahwa kepuasan masyarakat diukur melalui dua aspek utama, yakni layanan armada transportasi umum serta infrastruktur dan kebijakan manajemen mudik secara keseluruhan. Pada sektor transportasi, tingkat kenyamanan armada menjadi faktor yang paling diapresiasi oleh responden di hampir semua moda, seperti bus, kereta api, hingga travel resmi.

Meski demikian, masing-masing moda transportasi masih memiliki catatan evaluasi. Pengguna bus menyoroti rendahnya kenyamanan terminal, sementara penumpang kereta api mengeluhkan keterbatasan kuota tiket yang mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Adapun pengguna travel resmi mengeluhkan fasilitas ruang tunggu di pool atau titik penjemputan yang dinilai kurang nyaman.

Pada moda transportasi laut, kepuasan tertinggi dirasakan saat proses antrean masuk ke kapal, namun keteraturan dalam antrean pembelian tiket di pelabuhan masih menjadi keluhan utama. Sementara itu, pada transportasi udara, kenyamanan kabin mendapat apresiasi tinggi, meskipun ketersediaan tiket tetap menjadi perhatian, walau mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.

Dari sisi infrastruktur jalan, jalan tol mendapatkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi dibandingkan jalan non-tol. Mayoritas aspek pada jalan tol memperoleh nilai kepuasan di kisaran 91 hingga 92 persen. Kondisi saat memasuki jalan tol serta aspek keamanan dan penerangan menjadi faktor yang paling diapresiasi, bahkan mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Sebaliknya, pada jalan non-tol, kondisi kemulusan jalan di dalam wilayah kabupaten atau kota menjadi aspek yang paling banyak dikeluhkan. Meski demikian, ketersediaan rambu lalu lintas yang dinilai cukup dan jelas tetap mendapat apresiasi dari sebagian besar responden.

Kebijakan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) dan contraflow juga mendapatkan respons positif dari masyarakat, dengan tingkat kepuasan mencapai 80,8 persen. Selain itu, layanan posko kesehatan selama arus mudik turut diapresiasi oleh 82 persen responden, meskipun mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Di rest area, ketersediaan bahan bakar menjadi aspek yang paling memuaskan bagi pemudik. Namun, kebersihan toilet masih menjadi catatan penting, seiring meningkatnya jumlah pengguna selama periode mudik yang berdampak pada sulitnya menjaga kebersihan secara konsisten.

Survei ini juga menyoroti kepuasan terhadap layanan darurat dan perilaku pengguna jalan lainnya. Tingkat kepuasan terhadap layanan darurat tercatat sebesar 77,8 persen, sementara kepatuhan pengendara lain menjadi aspek dengan nilai terendah, yakni 71,9 persen.

Salah satu kebijakan yang paling diapresiasi adalah pemisahan akses pelabuhan berdasarkan jenis kendaraan di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk. Kebijakan ini mendapat dukungan dari 91,5 persen responden, menunjukkan efektivitasnya dalam mengurai kepadatan arus mudik.

Dari sisi kinerja aparat, sebanyak 80,6 persen responden puas terhadap peran polisi lalu lintas dalam menjaga kelancaran arus mudik, dan 81,7 persen puas terhadap upaya menjaga keamanan selama perjalanan. Sementara itu, tingkat kepercayaan terhadap keamanan rumah yang ditinggal mudik juga cukup tinggi, baik kepada aparat lingkungan maupun kepolisian.

Secara keseluruhan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja kepolisian mencapai rata-rata 7,81, dengan 84,1 persen responden menyatakan puas. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun masih terdapat sejumlah catatan perbaikan, pelaksanaan mudik Lebaran 2026 dinilai berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman yang cukup memuaskan bagi masyarakat.

(guh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat di Kediri Peringati Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXI Tahun 2024 SUPER AIR JET Perkenalkan Rute Penerbangan Langsung Kediri-Balikpapan dengan Promosi Menarik Upaya DPRD Kabupaten Kediri Menjaga Kebhinekaan Bukber Bersama Satlantas Polres Kediri: Mempererat Tali Silaturahmi dan Meningkatkan Keimanan PSSI Kota Kediri berangkatkan Tim U13 ke Bali Kediri Bersiap Menyambut Musim Kemarau Polres Kediri Kota Tingkatkan Patroli Malam untuk Antisipasi Perang Sarung Selama Ramadhan Kapolsek Mojoroto Ajak Pelajar SMK PGRI 2 Kediri Stop Aksi Bulliying Bagi Bagi Takjil Insan Seni dan Awak Media Kapolsek Mojoroto Gelar “Ngopi Bareng Media (PIRAMIDA)”