
MANGGARAI, NTT — Proses pemulihan pascagempa bumi terus dilakukan di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah kondisi tersebut, personel SAR Korps Brimob Polri BKO Polda NTT turut hadir membantu masyarakat dalam memulihkan berbagai fasilitas yang terdampak bencana.
Pada Rabu (2/9/2026), personel Brimob bergerak di sejumlah lokasi di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Bantuan yang diberikan tidak hanya menyasar fasilitas umum, tetapi juga tempat ibadah dan sarana pendidikan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, sebanyak 17 personel Brimob BKO Polda NTT sektor Reo yang dipimpin Ipda Martino Tilman bersama dua personel Polsek Reo Polres Manggarai melaksanakan pemasangan tenda ibadah dan kerja bakti di halaman Masjid Nurul Huda.
Pemasangan tenda tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat tetap dapat melaksanakan aktivitas ibadah selama proses pemulihan pascagempa. Selain memasang fasilitas sementara, personel juga membantu membersihkan dan menata lingkungan sekitar masjid agar dapat digunakan dengan lebih baik.
Kehadiran personel Brimob di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan sekaligus membantu mempercepat pemulihan aktivitas warga yang sempat terdampak akibat bencana. Fasilitas sementara menjadi salah satu kebutuhan penting ketika sarana permanen belum sepenuhnya dapat digunakan.
Setelah menyelesaikan kegiatan di Masjid Nurul Huda, personel Brimob kembali bergerak membantu sektor pendidikan. Sebanyak 17 personel bersama dua personel Polsek Reo membantu mengevakuasi perlengkapan dan peralatan pembelajaran milik SMP Negeri 1 Reo.
Evakuasi dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan pemulihan kegiatan belajar mengajar di wilayah Kecamatan Reo. Perlengkapan pembelajaran yang telah dievakuasi selanjutnya dapat ditata kembali sehingga kegiatan pendidikan bisa berjalan secara bertahap.
Dukungan terhadap dunia pendidikan juga dilakukan di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Sebanyak 15 personel Satgas SAR Korps Brimob Polri yang dipimpin Ipda Ahmad Hariri bergerak menuju SD Inpres Maki setelah menerima laporan mengenai kondisi sekolah yang terdampak gempa bumi.
Sekolah yang berada di Maki, Desa Satar Kampas, RT 002/RW 004, tersebut mendapat dukungan berupa pemasangan tenda sementara. Fasilitas itu disiapkan untuk membantu kegiatan belajar mengajar siswa selama kondisi sekolah masih dalam tahap pemulihan.
Pemasangan tenda menjadi langkah konkret agar proses pendidikan tidak sepenuhnya terhenti akibat bencana. Dengan adanya tempat belajar sementara, para siswa diharapkan tetap dapat mengikuti kegiatan pembelajaran meskipun sarana sekolah belum kembali sepenuhnya seperti sebelum gempa.
Rangkaian kegiatan yang dilakukan personel SAR Korps Brimob Polri tersebut memperlihatkan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada pemulihan kerusakan fisik. Dukungan terhadap aktivitas masyarakat, termasuk kebutuhan beribadah dan pendidikan, juga menjadi bagian penting dari proses pemulihan.
Kehadiran personel Brimob bersama unsur kepolisian di lokasi terdampak juga menjadi bentuk dukungan kepada masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu warga kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara bertahap setelah terdampak bencana gempa bumi.


