
KEDIRI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri sukses menyelenggarakan debat publik terakhir untuk Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 2024. Debat yang berlangsung di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) pada Kamis (14/11/2024) malam itu dihadiri oleh dua pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kediri. Acara berlangsung lancar tanpa ada kendala, mencerminkan kesiapan KPU dalam menggelar Pilkada serentak yang akan datang.
Dalam Pemilukada Kabupaten Kediri tahun ini, terdapat dua paslon yang bersaing untuk periode kepemimpinan 2025-2029. Paslon nomor urut 01 adalah Deny Widyanarko dan Mudawamah, sementara paslon petahana nomor urut 02 adalah Hanindito Himawan Pramana yang berpasangan dengan Dewi Maria Ulfa. Kedua pasangan ini telah memaparkan visi, misi, serta program unggulan mereka dalam debat yang menarik perhatian publik dan berlangsung kompetitif.
- Ketahanan Pangan Dimulai dari Kolam Lele, Ini Langkah Kapolsek Plosoklaten
- Taufiq Football Academy Juara Piala Soeratin U15, SISWATAMA Tamanan Raih Gelar U13
- Kalahkan Persidikab Kediri U17 dalam Laga Uji Coba, Inter Kediri U17 Siap Jalani Piala Soeratin U17 2026
- AKBP Latif Resmi Pimpin Polres Kediri, Siap Lanjutkan Fondasi Prestasi
- LSM RATU Soroti Dugaan Pungutan di Sejumlah SMA/SMK Negeri Kediri, Siapkan Aksi Damai di Surabaya
Debat publik ini mengangkat tema “Menyerasikan Pelaksanaan Pembangunan Daerah Kabupaten dan Provinsi dengan Nasional, dan Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan”. Dengan tema ini, diharapkan kedua kandidat mampu memberikan solusi dan pandangan untuk pembangunan Kabupaten Kediri yang sejalan dengan arah kebijakan nasional dan provinsi. Selain itu, tema tersebut juga menekankan pentingnya menjaga nilai kebangsaan dan persatuan di tengah proses demokrasi.
Ketua KPU Kabupaten Kediri, Nanang Qosim, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang hadir dalam acara tersebut. Ia mengingatkan bahwa siapa pun yang terpilih nantinya adalah yang terbaik untuk memimpin Kabupaten Kediri. Nanang mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersatu dan bersaudara demi masa depan yang damai dan sejahtera bagi Kabupaten Kediri.
“Siapa pun yang terpilih, dialah yang terbaik. Setelah ini, kita kembali menjadi saudara sesama warga Kabupaten Kediri,” kata Nanang dalam sambutannya. Ia juga menegaskan bahwa perbedaan dalam pilihan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi dan tidak seharusnya memutuskan silaturahmi antarwarga.
Lebih lanjut, Nanang berharap masyarakat Kabupaten Kediri dapat bersama-sama fokus membangun daerah ini setelah Pemilihan Bupati usai. Ia menekankan bahwa tujuan utama dari proses demokrasi adalah kesejahteraan bersama, dan dengan bekerja sama, Kabupaten Kediri bisa mencapai kemajuan yang lebih baik di masa depan.
Nanang juga mengingatkan pentingnya menjaga situasi yang aman dan nyaman selama Pilkada berlangsung. Ia menyebut bahwa Pilkada serentak yang diadakan di seluruh Jawa Timur ini menjadi saksi kedewasaan politik masyarakat, di mana perbedaan pilihan politik tidak menjadi penghalang bagi kerukunan dan persatuan.
Pada akhir sambutannya, Nanang mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih pada 27 November 2024. Dengan berpartisipasi dalam pemilihan, setiap warga dapat memastikan suaranya tersalurkan demi masa depan Kabupaten Kediri yang lebih baik. “Jadi, gunakan hak pilih dengan semestinya, jangan Golput,” tutup Nanang Qosim, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menentukan pemimpin mereka.


