Rehabilitasi Gedung Pemkab Kediri Rampung, Tinggal Menunggu Penyerahan Aset dari Kementerian PU

KEDIRI – Proyek rehabilitasi Gedung Pemerintah Kabupaten Kediri telah selesai dikerjakan. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Kediri tinggal menunggu proses penyerahan aset dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebelum bangunan tersebut dapat difungsikan secara penuh untuk mendukung aktivitas pemerintahan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, mengatakan bahwa pembangunan kembali gedung tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian PU. Pelaksanaan pekerjaan konstruksi dilakukan oleh PT Nindya Karya hingga seluruh tahapan proyek dinyatakan selesai sesuai kontrak.
Menurut Irwan, saat ini tidak ada lagi pekerjaan konstruksi yang harus diselesaikan. Pemerintah daerah hanya menunggu proses administrasi berupa penyerahan aset dari kementerian kepada Pemerintah Kabupaten Kediri sebagai syarat agar gedung dapat digunakan secara resmi.
“Karena sudah selesai kontraknya. Ini tinggal menunggu waktu penyerahan asetnya dari kementerian ke pemkab,” ujar Irwan.
Ia menjelaskan, hasil rehabilitasi tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan aspek kenyamanan dan keamanan. Berbagai sarana dan prasarana pendukung telah dipasang untuk menunjang operasional perkantoran yang lebih modern dan aman.
Fasilitas yang tersedia antara lain sistem pendingin ruangan (AC), jalur evakuasi darurat, serta sistem alarm kebakaran yang terintegrasi. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih baik bagi pegawai maupun masyarakat yang beraktivitas di lingkungan kantor pemerintahan.
Irwan menambahkan bahwa aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam proses rehabilitasi. Meskipun bangunan tersebut merupakan bangunan lama yang memiliki keterbatasan dalam penerapan beberapa sistem proteksi modern, pemerintah tetap berupaya menghadirkan standar keamanan yang optimal sesuai kondisi bangunan.
“Harusnya secara prasarana keamanan lebih baik karena sudah dilengkapi alarm kebakaran. Jika terjadi kebakaran, alarm akan berbunyi sehingga dapat menjadi peringatan dini bagi penghuni gedung,” terangnya.
Sementara itu, setelah rehabilitasi Gedung Pemkab Kediri selesai, perhatian pemerintah daerah kini beralih pada rencana pembangunan Gedung DPRD Kabupaten Kediri. Gedung tersebut juga terdampak kerusuhan yang terjadi beberapa bulan lalu sehingga memerlukan pembangunan kembali untuk menunjang aktivitas legislatif.
Saat ini, proses penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk Gedung DPRD masih berlangsung. Pembahasan desain dilakukan bersama pihak legislatif guna memastikan kebutuhan ruang kerja, ruang rapat, dan fasilitas pendukung lainnya dapat terakomodasi secara optimal pada setiap lantai bangunan.
Irwan mengungkapkan, setelah DED selesai disusun, tahapan berikutnya adalah proses kontrak pekerjaan konstruksi. Pemerintah Kabupaten Kediri menargetkan proyek pembangunan Gedung DPRD dapat mulai berjalan pada tahun ini dengan menggunakan skema kontrak multiyears.
“DED masih dalam tahap penyelesaian. Setelah selesai, proses kontrak akan segera dilanjutkan. Rencananya proyek ini mulai berjalan tahun ini dengan skema kontrak multiyears dan ditargetkan selesai pada tahun berikutnya,” pungkas Irwan.
Dengan rampungnya rehabilitasi Gedung Pemkab Kediri dan persiapan pembangunan Gedung DPRD, pemerintah daerah berharap pelayanan publik serta aktivitas pemerintahan dapat kembali berjalan lebih optimal, didukung fasilitas yang lebih representatif, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat Kabupaten Kediri.
Sumber : Dinas Kominfo Kabupaten Kediri


