
KEDIRI – Organisasi kemasyarakatan Pro Garda Indonesia Bersatu (PROGIB) resmi memperluas kiprahnya di Kabupaten Kediri melalui pelantikan dan deklarasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang digelar di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Minggu (25/10/2026). Organisasi ini menargetkan penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor pertanian, serta agrobisnis.
Di bawah kepemimpinan Siti Isminah sebagai Ketua DPC PROGIB Kabupaten Kediri, kepengurusan baru tersebut berkomitmen menjalankan program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu prioritasnya adalah membuka peluang usaha baru dan memperluas kesempatan kerja, khususnya bagi warga yang belum memiliki pekerjaan.
Mengusung tema “Bersatu, Berjuang, Berkarya untuk Rakyat”, deklarasi tersebut dihadiri Ketua Umum DPP PROGIB Dimpas Simamora, Ketua DPW PROGIB Jawa Timur Sumardi Priono, S.H., serta jajaran pengurus DPD, DPC, dan Pengurus Anak Cabang (PAC). Kehadiran para pengurus dari berbagai tingkatan diharapkan memperkuat koordinasi organisasi dalam merealisasikan program pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan itu juga disaksikan sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat terkait. Di antaranya perwakilan Kapolres dan Dandim Kabupaten Kediri, Ketua KONI Kabupaten Kediri, Camat Pagu, perwakilan Inspektorat, Kepala Desa Ngasem, Kapolsek Ngasem, Kepala Disbudparpora, unsur Satresnarkoba dan Satintelkam, perwakilan Ditintelkam Polda Jawa Timur, Kepala Kesbangpol, Ketua Ormas Joyoboyo, serta Gus Rofiq.
Dalam sambutannya, Siti Isminah menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi langkah awal untuk membangun gerakan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia ingin PROGIB hadir sebagai organisasi yang mampu membantu warga mengembangkan usaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan menciptakan peluang ekonomi baru.
“Bagi kami, PROGIB tidak boleh hanya dikenal melalui nama dan kegiatan seremonial. Kami ingin kehadiran organisasi ini membawa manfaat nyata, terutama dalam membantu masyarakat mengembangkan usaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan membuka peluang kerja,” ujar Siti.
Ia juga meminta seluruh pengurus, mulai dari tingkat DPC hingga PAC, aktif turun ke masyarakat untuk memahami kebutuhan dan persoalan warga di wilayah masing-masing. Menurutnya, Kabupaten Kediri memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama di sektor UMKM dan pertanian, yang perlu dikelola serta dikembangkan secara produktif dan berkelanjutan.
“Kami ingin seluruh pengurus hadir di tengah masyarakat dan ikut mencari solusi atas persoalan warga. Potensi Kabupaten Kediri di bidang UMKM maupun pertanian sangat besar. Potensi itu harus kita dorong agar menjadi sumber penghasilan dan meningkatkan kemandirian ekonomi,” tegasnya.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, DPC PROGIB Kabupaten Kediri menyatakan kesiapan membangun sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, pelaku usaha, dan berbagai elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi potensi lokal sekaligus membuka akses pemberdayaan ekonomi bagi warga yang membutuhkan.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PROGIB, Dimpas Simamora, menekankan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam mendorong kemandirian ekonomi dan mendukung program-program strategis nasional. Ia menyampaikan bahwa PROGIB ingin menjadi bagian dari upaya pembangunan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
“Alhamdulillahirrahmanirrahim. PROGIB harus selalu memberi manfaat bagi masyarakat luas dan orang tua. Di Kabupaten Kediri, PROGIB hadir untuk menjadi penyeimbang sekaligus mendukung penuh kepemimpinan Prabowo-Gibran,” kata Dimpas.
Dimpas menjelaskan, PROGIB berencana merangkul masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk warga yang belum memiliki keterampilan maupun pekerjaan. Pendampingan akan diarahkan pada pengembangan usaha secara bertahap agar masyarakat memiliki kesempatan untuk meningkatkan pendapatan dan membangun kemandirian ekonomi.
Salah satu program yang direncanakan adalah pembentukan wadah usaha mikro berupa warung sehat di setiap tingkat PAC. Program tersebut diharapkan dapat menjadi sarana aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang usaha bagi anggota organisasi dan warga di lingkungan sekitarnya.
Selain UMKM, PROGIB juga menaruh perhatian pada sektor pertanian dan agrobisnis. Organisasi ini menyatakan siap memfasilitasi kebutuhan petani, mulai dari penyediaan bibit hingga pendampingan teknis. Langkah tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha pertanian dan memanfaatkan potensi daerah sebagai sumber penghasilan.
“Ke depan, saya ingin menyejahterakan PAC-PAC lewat sektor UMKM. Kita buatkan wadah usaha, terutama warung sehat. Bagi masyarakat yang berminat di sektor pertanian atau agrobisnis, kami juga siap memfasilitasi dari penyediaan bibit hingga pendampingan. Komitmen kami jelas, insya Allah kita siap membantu agar tidak ada pengangguran di Kabupaten Kediri,” tegas Dimpas.
Lebih lanjut, ia berharap DPC PROGIB Kabupaten Kediri tidak hanya menjadi tempat berhimpun bagi para anggota, tetapi juga mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara konstruktif. Organisasi tersebut diharapkan dapat menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang berpihak pada kebutuhan warga.
Melalui kepengurusan yang baru dilantik, PROGIB menargetkan program pemberdayaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, terutama melalui penguatan UMKM, pengembangan pertanian, pendampingan usaha, dan pembukaan lapangan kerja. Realisasi program-program tersebut akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan komitmen organisasi untuk mendukung kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kediri.
(guh)


