
Kediri — Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, aktivitas masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri mulai mengalami peningkatan. Berbagai kegiatan Agustusan yang digelar masyarakat menjadi perhatian jajaran Polres Kediri untuk memastikan seluruh rangkaian berlangsung aman dan tertib.
Kapolres Kediri AKBP Dr. M. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. mengingatkan seluruh jajarannya agar tidak meremehkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) meski situasi di wilayah hukum Polres Kediri saat ini masih aman dan kondusif.
Pesan tersebut disampaikan AKBP Latif saat memimpin apel jam pimpinan di Lapangan Mapolres Kediri, Senin (10/8/2026) pagi. Apel tersebut diikuti Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H., pejabat utama, para Kapolsek jajaran, personel Polres Kediri, serta perwakilan Bhabinkamtibmas.
Dalam arahannya, Kapolres memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan tugas yang telah dilakukan seluruh jajaran. Menurutnya, situasi kamtibmas di Kabupaten Kediri sejauh ini masih berjalan dengan baik dan terkendali. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi personel untuk menurunkan tingkat kewaspadaan.
“Situasi memang kondusif, tetapi jangan sampai membuat kita lengah. Setiap potensi harus dibaca sejak awal dan dimitigasi, sehingga ketika ada persoalan kita sudah memiliki langkah yang tepat,” tegas AKBP Latif.
Kapolres juga meminta jajaran untuk melakukan pemetaan terhadap berbagai potensi kerawanan yang dapat muncul seiring meningkatnya aktivitas masyarakat selama momentum perayaan kemerdekaan. Pengamanan tidak hanya dilakukan ketika kegiatan berlangsung, tetapi juga harus diawali dengan langkah antisipasi dan koordinasi.
Sejumlah potensi kerawanan turut menjadi perhatian, di antaranya persoalan lahan yang berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Selain itu, ancaman kebakaran hutan dan lahan juga perlu diantisipasi, khususnya dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah dan stakeholder terkait.
Menurut AKBP Latif, koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam upaya mencegah potensi gangguan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Jajaran di lapangan diminta aktif membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak terkait lainnya.
Perhatian juga diberikan terhadap berbagai kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban umum. Salah satunya kegiatan yang menggunakan sound horeg. Dalam menghadapi kegiatan tersebut, personel diminta mengedepankan pendekatan persuasif dengan tetap memastikan pelaksanaannya mematuhi ketentuan yang berlaku dan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.
“Kalau masih bisa dicegah, kita cegah. Kalau tidak bisa dihilangkan seluruhnya, setidaknya dampaknya bisa kita kurangi. Yang penting, setiap potensi sudah kita antisipasi dan masyarakat tetap merasa aman,” ujar AKBP Latif.
Kapolres menegaskan seluruh rangkaian kegiatan dalam momentum Agustus harus dikawal dengan kesiapsiagaan yang terukur. Personel diharapkan mampu memberikan pelayanan dan pengamanan secara optimal, sekaligus tetap mengedepankan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.
Dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang puncak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Polres Kediri berkomitmen menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Kesiapsiagaan, deteksi dini, serta koordinasi menjadi langkah penting agar masyarakat dapat merayakan momentum kemerdekaan dengan aman, tertib, dan nyaman.
(guh)


