
Jakarta – E-Sports Kapolri Cup 2026 menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Ajang tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat Polri Youth Movement: Polri Indonesia Emas 2045 yang mendorong kolaborasi antara pemerintah, Polri, komunitas, dan sektor swasta dalam menyiapkan talenta muda.
Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Adex Yudiswan mengatakan, penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 merupakan bentuk kolaborasi untuk memberikan ruang sekaligus edukasi kepada generasi Z dan generasi Alpha mengenai berbagai peluang yang tersedia di industri esports.
“Esports ini bukan hanya tentang menjadi atlet. Ada ekosistem yang luas, mulai dari caster, pembawa acara, atlet, pembuat gim, event organizer, hingga UMKM yang menyediakan merchandise,” kata Adex saat menghadiri kegiatan di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Menurut Adex, pemerintah perlu memberikan gambaran yang utuh kepada generasi muda mengenai peluang di dunia digital. Hal tersebut dinilai semakin penting seiring perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) yang berpotensi mengubah kebutuhan tenaga kerja sekaligus membuka jenis pekerjaan baru di masa mendatang.
“Di tengah gempuran teknologi AI yang berpotensi menggerus peluang kerja adik-adik Gen Z dan Gen Alpha, tugas kami sebagai pemerintah adalah memberikan gambaran bahwa ada banyak peluang di dunia digital yang bisa dibangun,” ujarnya.
Meski demikian, Adex menegaskan pengembangan minat terhadap esports harus tetap berjalan seimbang dengan pendidikan. Literasi yang diberikan Polri melalui jajaran Polres hingga Polda diarahkan agar generasi muda memahami bahwa pendidikan formal tetap menjadi prioritas utama, sementara aktivitas gim dapat menjadi pendukung dalam pengembangan minat dan bakat.
“Sekolah tetap primer, gim sekunder. Harapannya mereka bisa sukses secara akademik sekaligus mampu meraih peluang karier di bidang esports maupun bidang lainnya,” tutur Adex.
Sementara itu, Ketua Umum IESPA Ibnu Sulistyo Riza Pradipto memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026. Menurutnya, ajang tersebut memberikan kesempatan kepada para gamers, khususnya kategori amatir, untuk tampil dan menunjukkan kemampuan mereka di panggung nasional.
“Teman-teman gamers, khususnya kategori amatir, sebelumnya tidak pernah bermimpi bisa bertanding di acara sebesar ini. Ini menjadi bukti nyata tagline ‘Dream to Become’ benar-benar terwujud,” kata Ibnu.
Ia menilai kolaborasi antara Polri, IESPA, jajaran Polda, komunitas, serta berbagai pihak lainnya merupakan langkah positif dalam membangun ekosistem esports nasional. Ibnu juga menyambut baik komitmen Kapolri agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Apresiasi serupa disampaikan kreator konten sekaligus perwakilan Gen Z, Willy Salim. Ia menilai dukungan pemerintah terhadap perkembangan esports memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan prestasi melalui bidang yang dekat dengan kehidupan mereka.
“Dulu, waktu saya masih sekolah, jika ada acara seperti ini pasti akan sangat saya nantikan. Kapan lagi anak sekolah bisa membuktikan prestasinya di bidang gim dan didukung langsung oleh pemerintah?” ujar Willy.
E-Sports Kapolri Cup 2026 sebelumnya telah menjadi bagian dari rangkaian Polri Youth Movement yang melibatkan peserta dari berbagai daerah. Selain kompetisi, rangkaian kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah side event untuk memperkenalkan berbagai peluang di industri esports sekaligus memperkuat literasi digital bagi generasi muda.
Melalui penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026, Polri mendorong agar esports tidak hanya dipandang sebagai aktivitas hiburan. Lebih dari itu, esports dinilai memiliki potensi sebagai bagian dari ekosistem ekonomi dan industri kreatif digital yang dapat menjadi ruang tumbuh bagi talenta muda.
Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong generasi Z dan generasi Alpha untuk memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif, kreatif, dan produktif. Dengan dukungan berbagai pihak, talenta muda di bidang esports diharapkan dapat berkembang sekaligus memiliki bekal pendidikan dan literasi digital yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.
(guh)


