
KEDIRI — Di tengah pelaksanaan Piala Soeratin U17 yang digelar di Lapangan Ngronggo, Kota Kediri, PSSI Kota Kediri terus melakukan persiapan menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Salah satunya melalui laga uji coba tim sepak bola Porprov Kota Kediri menghadapi Tim Porprov Kabupaten Nganjuk.
Pertandingan uji coba tersebut berlangsung pada pagi hari di Lapangan Walibarokah. Laga ini menjadi bagian dari evaluasi sekaligus upaya tim pelatih untuk mengukur perkembangan skuad yang telah menjalani pemusatan latihan selama beberapa bulan terakhir.
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim sama-sama menunjukkan permainan terbuka dan berusaha membangun serangan untuk menciptakan peluang. Tim Porprov Kabupaten Nganjuk mampu memanfaatkan momentum dengan baik dan berhasil mencetak gol lebih dahulu.
Memasuki akhir babak pertama, Tim Porprov Kabupaten Nganjuk masih mampu mempertahankan keunggulan dengan skor 0-1. Kota Kediri yang tertinggal satu gol kemudian melakukan sejumlah evaluasi dan perubahan permainan untuk mengejar ketertinggalan pada babak kedua.
Perubahan tersebut membuahkan hasil. Tim Porprov Kota Kediri tampil lebih agresif setelah turun minum dan mampu membalikkan keadaan. Serangan demi serangan yang dibangun akhirnya menghasilkan gol hingga Kota Kediri berbalik unggul.
Pertandingan semakin menarik karena kedua tim terus saling memberikan tekanan. Kota Kediri mampu menjaga momentum kebangkitan dan akhirnya menyudahi laga dengan kemenangan 3-2 atas Tim Porprov Kabupaten Nganjuk.
Asisten Pelatih Tim Porprov Kota Kediri, Ragil, mengatakan hasil uji coba tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan tim. Menurutnya, skuad Kota Kediri ditargetkan mampu meraih medali pada ajang Porprov Jawa Timur 2027 yang akan berlangsung di Surabaya.
“Target kami di Porprov 2027 nanti bisa meraih medali. Puslakot ini sudah berlangsung sekitar empat bulan,” ujar Ragil kepada awak media.
Ia menjelaskan, selama menjalani pemusatan latihan, para pemain juga telah mengikuti sejumlah pertandingan Liga Tarkam. Laga-laga tersebut dinilai penting untuk menambah pengalaman serta mengukur kemampuan pemain ketika menghadapi situasi pertandingan yang kompetitif.
“Kita akan terus mematangkan tim untuk mengetahui kekurangan dan menambah mental serta jam tanding anak-anak,” katanya.
Ragil juga mengakui permainan anak asuhnya pada awal pertandingan belum maksimal. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh absennya beberapa pemain sehingga koordinasi tim belum berjalan optimal.
“Kita tadi di awal pertandingan agak kedodoran karena ada beberapa pemain yang absen,” ungkapnya.
Meski demikian, kemenangan 3-2 atas Kabupaten Nganjuk menjadi modal evaluasi bagi tim pelatih. PSSI Kota Kediri masih memiliki waktu untuk melakukan pembenahan, baik dari sisi teknis, fisik, strategi maupun mental pemain sebelum menghadapi persaingan Porprov Jawa Timur 2027.
Dengan pemusatan latihan yang telah berjalan selama empat bulan dan tambahan pengalaman melalui berbagai laga uji coba serta Liga Tarkam, tim Porprov Kota Kediri diharapkan semakin solid. Persiapan tersebut menjadi langkah awal untuk mewujudkan target meraih medali pada ajang Porprov 2027 di Surabaya.


