
KEDIRI — Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Kediri Pusat Madiun menegaskan komitmennya untuk ikut menjaga keamanan dan kondusivitas Kota Kediri. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Dialog Kebangsaan bertajuk “Menjaga Bhinneka Tunggal Ika, Merawat Persatuan Bangsa” yang digelar Pemerintah Kota Kediri di Ruang Joyoboyo, Selasa (11/8/2026).
Dialog kebangsaan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Kediri mengantisipasi potensi kerawanan sosial dan gangguan keamanan menjelang momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus 2026. Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai organisasi kemasyarakatan, perguruan silat, mahasiswa, hingga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dalam paparannya menekankan pentingnya langkah pencegahan dilakukan sejak dini. Menurutnya, potensi gesekan di tengah masyarakat harus segera diantisipasi agar tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.
“Prinsipnya adalah mencegah eskalasi sebelum menjadi gangguan nyata. Jangan menunggu situasi membesar baru kita bergerak,” jelas Vinanda.
Untuk menekan potensi kerawanan sosial, Pemkot Kediri menyiapkan sejumlah langkah strategis, salah satunya melalui penguatan edukasi di lingkungan pendidikan. Pengawasan dan edukasi akan dilakukan bersama sekolah, orang tua, serta instansi terkait untuk mencegah penyalahgunaan narkoba maupun paham radikalisme di kalangan pelajar.
Selain itu, Vinanda mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Masyarakat diharapkan mampu memilah informasi yang beredar sekaligus menghadirkan narasi tandingan yang edukatif, benar, dan mudah dipahami untuk membendung penyebaran hoaks.
“Kita juga mengimbau masyarakat untuk memilah informasi, tetapi juga aktif menyajikan narasi tandingan yang edukatif, benar, dan mudah dipahami guna membendung hoaks, serta mengajak kelompok mahasiswa sebagai mitra dialog. Aspirasi mahasiswa diserap melalui ruang diskusi terbuka dan kegiatan sosial bersama, bukan sekadar diawasi,” tambah Vinanda.
Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto menyampaikan bahwa upaya menciptakan Kota Kediri yang aman dan kondusif membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, peran para pesilat juga sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Kediri.
“Dari hasil pemantauan hingga akhir Juli, tercatat adanya peningkatan eskalasi di beberapa bidang. Hal ini ditandai dengan meningkatnya penyampaian aspirasi masyarakat, potensi konflik sosial, hingga ancaman gangguan di ruang siber. Kami mengimbau seluruh elemen masyarakat—termasuk para pesilat, untuk bahu-membahu merawat stabilitas wilayah agar Kota Kediri tetap kondusif,” kata AKBP Kresno Wisnu Putranto.
Humas PSHT Cabang Kota Kediri Pusat Madiun, Tomi Ariwibowo, menyambut positif pelaksanaan dialog kebangsaan tersebut. Menurutnya, forum seperti ini menjadi sarana penting untuk memperkuat persatuan sekaligus merawat keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman.
Tomi menegaskan PSHT Kota Kediri Pusat Madiun siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Kediri maupun aparat keamanan serta seluruh elemen masyarakat. Koordinasi dan komunikasi dinilai menjadi kunci untuk mencegah munculnya potensi konflik dan menjaga suasana Kota Kediri tetap aman.
“Kita siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Kediri, dan selalu berkoordinasi dengan semua elemen, untuk menjaga Kota Kediri tetap aman dan kondusif,” tutup Tomi Ariwibowo.
Melalui dialog kebangsaan tersebut, seluruh elemen yang hadir diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, perguruan silat, mahasiswa, tokoh agama, serta masyarakat menjadi modal penting untuk menciptakan Kota Kediri yang aman, damai, dan kondusif, khususnya menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


